Anak Pejabat Belajarlah dari Putri Jokowi Kahiyang Ayu

Rabu, 05 November 2014 08:15
Anak Pejabat Belajarlah dari Putri Jokowi Kahiyang AyuKahiyang Ayu usai menjalani tes CPNS @liputan6.com

Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (Menteri PAN dan RB) Yuddy Chrisnandi mengegaskan tidak akan ada pemberian keistimewaan untuk keikut sertaan putri Presiden Jokowi, Kahiyang Ayu dalam pelaksanaan tes calon pegawai negeri sipil (CPNS).

Menurut Yuddy, proses tes yang dijalani Kahiyang sekaligus menunjukan penjaringan calon aparatur negara tidak pandang bulu.

"Dengan putrinya Pak Jokowi ikut tes CPNS dan dibuka pada publik hasil tesnya, katakanlah dia enggak lulus atau nilainya enggak mencukupi, ini menjadi sebuah iklim baru," kata Yuddy, di Balaikota, Senin (3/11), dilansir dari Tribunnews.

Yuddy menambahkan, seharusnya, putra atau kerabat yang memiliki hubungan dengan seorang pejabat juga harus mengikuti proses seperti warga negara lainnya. Mereka, lanjut Yuddy, harus belajar demi mendapat nilai terbaik.

"Anak presiden saja enggak dapat fasilitas. Dari jabatan ayahnya, tidak jadi prioritas dan tidak KKN (korupsi, kolusi, dan nepotisme), masak anak saya mau begitu (KKN). Malu sama presiden dong. Anak saya maupun anak pejabat lain tidak boleh dapat keistimewaan, ikuti saja prosedur yang ada," klaim Yuddy.

Seperti diberitakan sebelumnya, Kahiyang Ayu yang memiliki nomor peserta 337205600491005 menempati posisi 105 di antara 196 peserta dalam tes sesi ketiga untuk formasi Pemeriksa Pertama dengan nilai 300 poin.

Adapun rincian nilai tersebut terdiri dari 50 untuk tes wawasan kebangsaan (TWK), 95 untuk tes intelegensi umum (TIU), dan 155 untuk tes karakteristik pribadi (TKP). Dari ketiga tes tersebut, Kahiyang jeblok di tes kebangsaan.

Menurut Kepala Badan Kepegawaian Daerah Hari Prihatno, nilai minimal (passing grade) yang ditetapkan panitia seleksi nasional (panselnas) adalah 70 poin untuk TWK, 75 poin untuk TIU, dan 126 poin untuk TKP.

Karena Kahiyang mendapat nilai yang tidak mencukupi, bisa dipastikan dia gagal tes CPNS kali ini.

"Semua peserta kami perlakukan sama. Soal ujian yang dikerjakan juga sama. Tidak ada kursi yang lebih empuk, sedangkan nilai menjadi urusan dari BKN," tegasnya.

(Nay)
Komentar