Setelah 12 Tahun, Akhirnya MUI Halalkan Starbucks

Kamis, 30 Oktober 2014 20:45
Setelah 12 Tahun, Akhirnya MUI Halalkan StarbucksPemasangan logo halal pada kdai Starbucks @islampolitik.com

Starbucks, merek gerai kopi internasional ini sudah berada di Indonesia sejak 12 tahun silam. Outletnya kini telah tersebar di kota-kota besar Indonesia. Meski telah menggunakan bahan-bahan halal, namun Starbucks belum mengantongi sertifikat halal dari MUI.

"Kami melihat konsumen semakin kritis mempertanyakan kehalalan produk yang mereka konsumsi. Oleh sebab itu, sebagai tanda legalitas dan formalitas demi kenyamanan konsumen, kami mengajukan sertifikasi halal ke Majelis Ulama Indonesia (MUI)," ujar Yuti Resani selaku Marketing Communication & CSR Manager Starbucks Indonesia.

Mengetahui maraknya pemberitaan miring mengenai Starbucks yang tak bersertifikat halal, Yuti mengaku pihaknya mulai mengajukan sertifikasi halal sejak awal tahun ini kepada Lembaga Pengkajian Pangan, Obat-obatan, dan Kosmetik (LPPOM) MU. Proses sertifikasinya berlangsung sekitar lima bulan sejak April.

"Proses sertifikasi halal ternyata tidak ribet. Teknologinya juga sudah sangat modern. Kehalalan produk kini sudah bisa dicek lewat aplikasi mobile dan SMS," ujar Yuti, dikutip dari Detik.con.

Setelah mendaftarkan diri, terhitung sejak 17 September 2014, Starbucks telah mengantongi lisensi halal dari MUI. Penyerahan sertifikat halal dari MUI ke pihak Starbucks baru dilaksanakan kemarin, (29/10/2014). Kini MUI secara bertahap akan memasang logo halal pada 176 gerai Starbucks di seluruh Indonesia.

"Kami memahami pentingnya memastikan kebutuhan pelanggan kami di Indonesia terpenuhi. Karena itu, halal akan selalu menjadi prioritas kami," ujar Direktur Starbucks Indonesia Anthony Cottan.

(okta)
Komentar