Bayi Kembar Siam Tewas Terpanggang di Inkubator RS Bunda Makassar

Rabu, 29 Oktober 2014 11:00
Bayi Kembar Siam Tewas Terpanggang di Inkubator RS Bunda MakassarKondisi Fadhlan, bayi tewas terpanggang di inkubator @kaskus.co.id

Salah seorang bayi kembar siam yang terlahir prematur tewas terpanggang di dalam tabung inkubator di salah satu rumah sakit bersalin di Kota Makassar, Selawesi Selatan, Senin (27/10).

Bayi malang bernama Fadhlan Khairy Al-Faiq (usia 5 hari) itu adalah anak pasangan Muhammad Fadli (31) dan Rafika (28), warga Jl Parinring Dalam I nomor 4, Perumnas Antang, Manggala, Makassar.

"Ini mungkin sudah takdirnya anak saya, meninggal begitu," kata Fadli.

bayi-terpanggang-makassar

Sementara adik kembar almarhum, Fayyadh Zafram Al Faiq dalam kondisi sehat.

Fadli menyayangkan kematian anaknya yang diduga akibat kelalaian pihak rumah sakit sehingga menyebabkan Fadhlan meninggal dalam inkubator dengan temperartur yang tinggi.

Bayi malang itu meninggal akibat luka bakar di bagian punggung. Diduga bayi prematur ini tewas karena kesalahan penanganan pihak Rumah Sakit Bersalin Bunda, di Jalan Pengayoman Makassar.

Sementara itu, pihak RS membantah pihaknya melakukan kesalahan prosedur sehingga menewaskan pasien.

Rumah Sakit membantah

Pihak Rumah Sakit Bersalin Bunda membantah adanya bayi yang tewas akibat terpanggang di inkubator.

"Jika ada yang terpanggang pasti keluarkan bau," kata Direktur Rumah Sakit Bunda , Dr Darni Tangsa.

Sementara itu, terkait kejadian ini, Kementerian Kesehatan, sudah meminta laporan tertulis kepada manajemen RSIA Bunda.

"Kita tunggu saja hasil investigasi dan klarifikasinya," ujar Kepala Dinas Kesehatan Kota Makassar drNaizah Tun Azikin, Selasa (28/10).

Pun demikian dengan Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Makassar juga tengah mempelajari kasus ini dan berjanji memanggil pimpinan rumah sakit tersebut.

"Kalau memang terbukti kelalaian rumah sakit bunda, maka kita akan berikan sanksi tegas," kata Sekretaris Ikatan Dokter Indonesia Kawasan Timur, Idham Jaya Ganda. Demikian dilansir dari berbagai sumber.

(Nay)
Komentar