Rincian Fasilitas dan Gaji Anggota DPR 2014-2019

Sabtu, 04 Oktober 2014 19:45
Rincian Fasilitas dan Gaji Anggota DPR 2014-2019Pelantikan anggota DPR 2014-2019@metrotvnews.com

Para anggota DPR yang baru dilantik untuk periode jabatan 2014-2019 akan menerima insentif sebesar Rp 10 juta per bulan, diluar gaji pokok dan tunjangan lainnya. Selain itu, mereka juga mendapat subsidi uang muka pembelian mobil dinas.

Adapun insentif sebesar Rp 10 juta yang dimaksud mengacu pada bantuan sementara bagi anggota Dewan yang belum memiliki rumah.

"Sampai Desember (2014, rumah dinas) belum bisa ditempati. Anggota (yang belum dapat rumah dinas) dapat uang pengganti akomodasi sekitar Rp 10 juta-an," kata anggota DPR dari Fraksi Partai Demokrat, Dede Yusuf, di Kompleks Gedung Parlemen, Jakarta, Jumat (3/10), dikutip dari Kompas.

DPR telah menetapkan bulan Desember sebagai batas akhir bagi anggota Dewan periode sebelumnya yang tidak lolos untuk meninggalkan fasilitas rumah dinas mereka. Rumah dinas itu akan ditempati anggota DPR yang baru.

"Bisa jadi (uangnya untuk) menyewa apartemen, kalau nyewa kos-kosan paling cuma Rp 2 juta," ujar Dede.

Mobil Dinas dan Gaji Pokok Anggota DPR

Terkait penyediaan mobil dinas, Dede tidak menjelaskan dengan gamblang. Dia hanya menyebut mobil dinas yang digunakan harus layak.

"Parameter kenyamanan kan beda-beda, saya suka Jeep, kalau ibu-ibu cenderung suka sedan. Standarnya bukan pada jenis, tapi harus dilihat juga sisi penghematan anggarannya," ucap Dede.

Sementara itu, Sekretaris Jenderal DPR Winantuningtyastiti mengatakan tidak ada penambahan fasilitas apapun untuk anggota DPR yang baru. Dipastikan fasilitas yang diterima akan sama dengan pendahulunya.

Untuk gaji pokok, per bulan tiap anggota DPR mendapat Rp 4,2 juta per bulan. Di luar itu, juga ada tunjangan lain, seperti tunjangan untuk keluarga, tunjangan pembayaran listrik, kesehatan, dan lainnya. Total pendapatan bersih antara Rp 58 60 juta per bulan.

Selain gaji pokok, juga menerima fasilitas berupa rumah dinas, ruang kerja, dan uang muka pembelian mobil setara mobil Toyota Innova, bagi setiap anggota DPR periode 2014-2019. Nilai nominalnya tak lebih dari Rp 150 juta.

"Jadi mohon maaf, tidak ada penambahan fasilitas untuk anggota DPR yang baru. Semua sama, termasuk bantuan untuk uang muka, pembelian mobil," ucap Win.

Data FITRA

Sebagai bagian dari transparansi pendapatan pejabat negara, Forum Indonesia untuk Transparansi Anggaran (Fitra) melansir rincian pendapatan anggota DPR, yaitu sebagai berikut:

Penghasilan

Gaji pokok Rp 4,2 juta

Tunjangan suami istri Rp 420.000

Uang paket Rp 2 juta

Tunjangan jabatan Rp 9,7 juta

Tunjangan PPH Pasal 21 Rp 1.594.345

Total penghasilan kotor Rp 17.914.345

Potongan-potongan

Iuran wajib 10 persen Rp 462.000

Pajak penghasilan PPH Rp 1.594.345

Total potongan Rp 2.056.345

Penghasilan kotor (Rp 17.914.345) dikurangi potongan (Rp 2.056.345), mendapatkan penghasilan bersih Rp 15,858 juta.

Penerimaan lain-lain:

Tunjangan listrik dan telepon Rp 5,5 juta

Tunjangan peningkatan komunikasi intensif Rp 14,14 juta

Tunjangan kehormatan alat kelengkapan dewan Rp 3,72 juta

Tunjangan peningkatan fungsi pengawasan Rp 7,5 juta

Tunjangan penyerapan aspirasi masyarakat Rp 8,5 juta

Tunjangan peningkatan fungsi legislasi Rp 5 juta

Tunjangan peningkatan fungsi anggaran Rp 5 juta

Jumlah penerimaan lain-lain Rp 49,36 juta.

Jumlah 49.360.000 itu dipotong dengan macam-macam pajak Rp 6.579.000 sehingga penerimaan bersih lain-lain ini menjadi Rp 42,781 juta.

Penjumlahan dari penghasilan bersih dan penerimaan bersih bagi tiap anggota Dewan yang masuk kantong per bulan sebesar Rp 58,639 juta.

(Nay)
Komentar