UIN III Makassar Juarai Microsoft CityApp Appathon

Jum'at, 03 Oktober 2014 17:30
UIN III Makassar Juarai Microsoft CityApp AppathonJuara 1 Makassar CityApp Appathon 2014 @autotekno.sindonews.com
Bekerjasama dengan CityNet, microsoft gelar sebuah kompetisi pengembangan aplikasi berbasis web dan "mobile" bernama Makassar CityApp Appathon (Aplikasi Marathon) sejak Rabu (1/10/2014) hingga Kamis malam (3/10/2014).

Program ini telah disepakati oleh Wali Kota Makassar Moh Ramdhan Pomanto dan Microsoft APAC sejak Mei 2014 yang bertujuan untuk merekonstruksi dan mengembangkan Kota Makassar menjadi salah satu "Smart City" di Indonesia.

Para peserta lomba disediakan sembilan isu yang menjadi dasar dari pembuatan aplikasi di CityApp Appathon. Yakni, Bebas Pengangguran, Jaminan Sosial Keluarga, Layanan Kesehatan 24 Jam, Tabungan Pendidikan, Program Tukar Sampah dengan Beras, Pelatihan gratis dan Kredit Bebas Agunan, Taman Kota, Perumahan Umum Terjangkau, dan Melibatkan Masyarakat dalam Proses Penegakan Hukum.

Dari 500 peserta dari beberapa perguruan tinggi serta sekolah menengah atas terkemuka di Makassar, Tim Universitas Islam Negeri Alauddin III Makassar berhasil menjuarai kompetisi tersebut dengan sebuah aplikasi bernama Macca (cerdas), sebuah program pemerintah yang mengambil konsentrasi penciptaan pemerintah bebas pengangguran.

"Ini sejalan dengan program kami juga yang pertama menuju bebas pengangguran. Dan mereka jawab dengan aplikasi tadi (Macca). Selanjutnya kita akan mengundang mereka untuk menyempurnakan. Karena kedepan usai lelang jabatan camat dan lurah wajib mengaplikasi Smart City," ujar Danny, konsultan tata ruang kota Makassar.

Menanggapi program kerjasama ini, Wakil Presiden Divisi Sektor Publik Asia, Microsoft, Stefan Sjostrom mengatakan bahwa Appathon adalah batu loncatan dari komitmen jangka panjang Microsoft untuk kota Makassar. Kemitraan strategis ini ditujukan untuk menciptakan keterlibatan warga yang lebih baik, dan juga merupakan bentuk nyata pendekatan Microsoft dengan pemerintah Indonesia.

"Sangat senang rasanya melihat pemerintah Makassar tidak hanya membahas mengenai infrastruktur dalam wacana inovasi kota, tetapi juga bagaimana agar dapat menemukan sumber daya terpenting yaitu potensi warganya sendiri. Ini merupakan ciri kepemimpinan yang baik," ujarnya.
(okta)
Komentar