Fenomena Seks Swinger

Sabtu, 27 September 2014 20:15
Fenomena Seks Swingerilustrasi @lagaceta.com.ar

Swinger sejatinya sebuah jalan keluar yang ditempuh untuk mencari variasi dan mengatasi hubungan suami istri yang sudah dalam titik jenuh, meskipun begitu para pakar psikologi dan seksologi tidak menganjurkan swinger sebagai upaya mencegah perceraian.

Swinger merupakan sebuah kegiatan bertukar pasangan dan melakukan seks secara bersama-sama dengan beberapa pasangan. Fenomena ini merupakan perkembangan dari variasi threesome dan orgy. Meski terdengar umum di Amerika, namun ternyata Indonesia mulai mengadopsi aktivitas seks tersebut.

Lantas, bagaimanakah fenomena Swinger bisa dijadikan sebagai jalan keluar saat sebuah hubungan mengalami titik jenuh luar biasa?

Berikut ini Popular-world.com melansir beberapa alasan seorang pasangan melakukan Swinger.

1. Bahagia

Dengan melakukan swinger, pasangan yang mengalami masa-masa jenuh tersebut merasakan kebahagiaan yang lebih bersama dan diharapkan mampu memperbaiki hubungan mereka menjadi lebih baik. Kesimpulan ini diambil berdasarkan survei yang dilakukan terhadap 2.000 pelaku swinger, dimana sebanyak 1092 di antaranya mengaku hubungannya menjadi lebih baik akibat swinger.

2. Bebas ber-eksperimen

Dengan swinger maka para pelakunya akan lebih bisa mengekspresikan fantasi seks-nya dan menciptakan sensasi baru dari eksperimen yang dibuatnya dengan pasangan mereka sendiri atau orang lain. Swinger membuat pasangan akan mempelajari cara-cara baru agar dapat menyenangkan satu sama lain.

3. Menjauhkan selingkuh

Swinger mulanya dianggap merupakan salah satu jalan keluar untuk mencegah perselingkuhan, daripada mengetahui suami selingkuh dan membalas dengan perselingkuhan, kenapa tidak melakukannya bersama-sama? Dengan swinger para pelaku merasa bebas melakukan seks dengan orang lain tanpa ada masalah karena telah sama-sama sepakat.

4. Pertemanan yang kuat

Dengan swinger maka masalah seks bukan menjadi hal yang tabu lagi, para pelakunya bisa melakukan seks dengan orang baru atau bahkan dengan teman dan sahabatnya. Dengan demikian maka akan semakin menanamkan kedekatan antar mereka. Tak jarang sesama pelaku swinger melakukan perjalanan liburan bersama-sama. Mereka menghabiskan waktu tanpa pernah menemukan kebosanan.

5. Dewasa

Dengan swinger maka Anda akan melupakan perasaan cemburu, selingkuh dan menyakiti pasangan yang digambarkan sebagai perwujudan sikap kekanak-kanakan. Dengan melakukan gaya hidup swinger maka para pelakunya akan dianggap menjadi lebih matang.

Kelima manfaat di atas merupakan manfaat yang secara psikologis bermanfaat untuk mempertahankan hubungan rumah tangga. Namun para psikolog dan seksolog banyak yang tidak menganjurkan cara ini, karena jika gagal maka hubungan Anda malah akan kian berantakan karena swinger.

(okta)
Komentar