Kisah Pilu Ari Wibowo, Bocah Berkulit Ular dari Tangerang

Kamis, 25 September 2014 18:30
Kisah Pilu Ari Wibowo, Bocah Berkulit Ular dari TangerangAri Wibowo, bocah dengan kondisi kulit erythroderma @dailymail.co.uk

Ari Wibowo, remaja 16 tahun asal Tangerang ini menjadi sorotan dunia usai sebuah media Inggris menampilkan dirinya di halaman depan. Diketahui Ari menderita kondisi kulit yang langka.

Sekujur tubuh Ari tidak hanya bersisik, tetapi juga sangat kering sehingga ia harus sering mandi dan mengusapkan banyak pelembab di kulit tubuhnya.

Dokter ahli tidak mengetahui penyebab pasti dan penanganan untuk kondisi Ari Wibowo. Menurut ilmu medis, ia menderita erythroderma. Kelainan ini dikenal juga sebagai red man syndrome yang membuat kulit tubuh mengeluarkan sisik dan mengelupas.

Parahnya, kondisi tersebut dialami Ari sejak baru lahir. Kulitnya akan berganti setiap 41 jam atau dua hari sekali.

Dalam pemberitaan di Daily Mail, kondisi Ari Wibowo ditampilkan melalui foto jepretan fotografer Nurcholis Anhari Lubis, 35. Foto Ari tersebut diberi judul scaly like a snake about to shed his skin.

Akibat kondisi fisiknya yang berbeda, Ari tidak bisa bermain dengan bebas dan mengenyam pendidikan.

"Dia makan seperti anak lainnya. Dia suka sekali mi instan dan biskuit. Meski bisa beraktivitas normal, kadang teman-temannya ada yang menjauhinya karena kondisi Ari yang berbeda dengan anak lain. Juga tak ada sekolah yang mau menerimanya karena takut siswa lain tertular," ujar Lubis.

Selain sulit berbicara, Ari juga mengalami gangguan penglihatan pada mata sebelah kanan miliknya. Sementara mata sebelah kirinya rutin ia usapi pelembab agar tidak kering.

"Saat mendekati Ari dengan pemotretan, dia kelihatan malu tetapi ia tetap percaya diri. Bahkan dia senang sekali membagikan kisahnya," kata Lubis.

Beberapa pembaca media di Inggris turut bersimpati dengan kondisi Ari. "Anak yang malang. Sangat mengerikan. Semoga ada orang di sana yang bisa menolong," kata Devon.

"Dia harus menjadi inspirasi bagi semua untuk menjalani hidup kita dengan bahagia dan tidak memusingkan hal-hal kecil. Saya harap dia bisa diperiksa dengan baik oleh dokter Barat, bukan `dokter` desa," demikian tulis pembaca Kanada.

(Nay)
Komentar