Selain Teror Pocong, Jenazah Bangkit Juga Pernah Terjadi di Bekasi

Sabtu, 13 September 2014 11:15
Selain Teror Pocong, Jenazah Bangkit Juga Pernah Terjadi di Bekasiwarga kampung pengasinan, nando @merdeka.com

Kabar pocong gentayangan yang meresahkan warga di Kampung Pengasinan, Kelurahan Bintara, Bekasi Barat masih belum reda. Warga masih ketakutan saat keluar rumah di malam hari.

Menurut salah seorang warga, Nando (39), cerita pocong tersebut baru pertama kali terdengar di kampungnya. Selain itu, warga juga tidak ada yang melihat penampakan pocong yang dirumorkan.

"Kalau pocong mah itu kayaknya cuma isu doang, karena semua orang bilang katanya-katanya saja. Tapi tidak ada yang lihat langsung," ujarnya, dikutip dari Merdeka, Jumat (12/9).

Menurut Nando, pocong yang diduga jelmaan pemuda yang meninggal, Ipan Spriyatna pada 16 Agustus 2014 lalu hanya kesalahpahaman.

"Yang bener informasinya ada keluarga kesurupan almarhum, minta agar tali pocongnya dibuka. Warga ngiranya barang kali pocongnya gentayangan balik ke rumahnya minta tali pocong dibukain," jelasnya.

Nando menambahkan, lokasi pemakaman Ipan memang tidak terlalu wingit. Namun ia kerap mendengar cerita berbau mistis di makam Mbah Raden yang tak jauh dari makam Ipan.

"Namanya kuburan pasti ada mistis, tapi ini nggak terlalu angker. Kalau suara-suara nangis suara teriak sama penampakan cahaya sesekali ada cuma nggak sering juga," paparnya.

Nando menceritakan kejadian mistis yang ia alami. Saat itu ada prosesi pemakaman seorang pemuda pada sore hari, tanpa disangka jenazah keluar dari kurung batang dengan sendirinya.

"Kejadiannya sudah lama, waktu mau nguburin anak muda sebelum magrib. Tiba-tiba saja itu jenazah keluar sendiri dari kurung batang. Padahal warga nggak ada yang mengeluarkan dan warga juga tidak ada yang merhatiin. Tau-tau itu mayat ada di samping kurung batang aja," jelasnya.

Keluarga mengetahui hal tersebut saat hendak memasukan jenazah ke liang lahat. Setelah itu warga yang hadir lantas berdoa dan meneruskan pemakaman.

"Kurung batangnya masih ditutup, tikernya ada di kurung batang. Pada berdoa aja semua minta dilancarin penguburannya. Nggak lama setelah dikubur, sempet ambles juga kuburannya. Akhirnya didoain serius sama Pak Haji, yah normal lagi," paparnya.

(Nay)
Komentar