Ini Awal Mula Teror Kesurupan Pocong di Bintara Bekasi

Sabtu, 13 September 2014 09:30
Ini Awal Mula Teror Kesurupan Pocong di Bintara BekasiMakam Ipan dan ilustrasi Pocong @merdeka.com/kaskus.co.id

Warga Kampung Pengasinan, Kelurahan Bintara, Bekasi Barat, Kota Bekasi diresahkan dengan penampakan pocong sejak pertengahan Agustus lalu. Diduga pocong tersebut merupakan perwujudan seorang pemuda setempat bernama Ipan Supriyatna.

Ipan meninggal pada 16 Agustus setelah sakit keras. Menurut warga sekitar, pemuda yang berprofesi sebagai sopir angkot itu tewas over dosis.

Ipan yang meninggal pada pukul 16.00 WIB langsung dikuburkan pada hari itu juga. Namun menjelang petang, penggali kubur di pemakaman Mbah Raden, Yanto menolak. Menurut Yanto karena pihak keluarga mendesak datang pukul 17.30 WIB, ia akhirnya memulai penggalian.

"Saat dikubur, tali pocong di kaki tidak dibuka, malah dikencengin. Yang menguburkan adalah pihak keluarganya yaitu abangnya sendiri. Saya lupa namanya," jelas Yanto.

Tiga hari berselang, kakak almarhum justru sering kesurupan. Oleh pihak keluarga lantas dipanggilkan orang pintar. "Ada yang salah katanya, arwah minta tali pocong dibuka," cerita Yanto.

Kesurupan tersebut terus berlanjut hingga hari ke-12 setelah pemakaman. Hingga pihak keluarga meminta makam Ipan untuk dibongkar. Namun Yanto lagi-lagi menolak permintaan tersebut. "Pasti jasad almarhum sudah bau karena sudah lama dikuburkan," jelasnya.

Karena makam tidak memungkinkan dibongkar, orang pintar yang diundang pihak keluarga almarhum lantas memberi saran. Ia meminta anggota keluarga Ipan untuk menaburkan kacang ijo di atas makam serta menguburkan pakaian almarhum di samping makam. Hal ini ditujukan agar arwah Ipan bisa tenang.

Cerita kesurupan pocong ini lantas menjadi buah bibir hingga menyebar di Kampung Pengasinan. "Sebenarnya enggak ada pocong. Warga hanya ketakutan saja. Setelah ditabur kacang ijo, abangnya tidak pernah kesurupan lagi," katanya. Demikian dilansir dari Merdeka, Jumat (12/9).

(Nay)
Komentar