ISIS Salib Pemuda Suriah karena Gelar Demo Anti-Jihad

Sabtu, 06 September 2014 13:15
ISIS Salib Pemuda Suriah karena Gelar Demo Anti-JihadPasukan ISIS di Suriah @ibtimes.com

Anggota kelompok militan ISIS mengeksekusi seorang pemuda di Suriah karena menggelar demo anti-jihad. Demo tersebut dilatarbelakangi penolakan ISIS setelah terjadinya serangan udara pemerintah yang menargetkan ISIS tapi justru menewaskan delapan warga sipil.

"Warga Kota Al-Asharah, di Provinsi Deir Ezzor, sebelah timur Suriah, yang sebagian besar telah dikendalikan ISIS, melakukan protes di depan markas kelompok militan itu pada Kamis malam waktu setempat, beberapa jam setelah serangan udara rezim pemerintah yang membunuh dua anak-anak, lima wanita dan seorang pria," kata Direktur Observatorium Suriah untuk Hak Asasi Manusia Rami Abdel Rahman, dilansir dari Asia One, Jumat (5/9).

Sebelumnya pemerintah rezim Presiden Suriah Basyar al-Assad memberikan perintah untuk melakukan operasi membebaskan wilayah yang dikuasai ISIS. Namun serangan tersebut justru menewaskan warga sipil.

"Protes pada Kamis malam terjadi saat pemakaman bagi para korban serangan udara, yang dihadiri oleh hampir 300 orang," kata Rayan al-Furati, seorang pegiat dari Deir Ezzor.

"Kemudian para pelayat mulai melakukan protes, menuntut agar ISIS meninggalkan Kota Ashara," ujar dia kepada AFP melalui Internet.

Menurut salah seorang anggota observatorium, Abdel Rahman, ISIS menyalib pemuda bernama Ali Khalaf, karena dianggap melakukan bidah dan kemurtadan.

"Meskipun dia tidak ada hubungannya dengan protes kemarin, mereka (ISIS) mengeksekusinya di depan umum di Ashara untuk meneror masyarakat agar tidak mengambil tindakan apapun terhadap IS," kata Abdel Rahman.

Sementara Furati menambahkan, orang-orang takut mengambil tindakan menentang pasca ISIS memegang kendali wilayahnya.

"Ini seperti tinggal di penjara," kata Furati, yang menggunakan nama samaran untuk melindungi keluarganya dari pembalasan.

"Tidak ada satu hari yang berlalu tanpa adanya eksekusi di suatu tempat di Provinsi Deir Ezzor," jelas dia.

Hingga saat ini, ISIS yang mendeklarasikan Negara Islam pada Juni lalu ini telah menguasai sebagian wilayah di Irak dan Suriah.

(Nay)
Komentar