Masjid Grimhojvej di Denmark Dukung ISIS

Kamis, 04 September 2014 19:00
Masjid Grimhojvej di Denmark Dukung ISISMasjid Grimhojvej @rt.com

Sebuah masjid di Denmark secara terbuka menyatakan dukungannya kepada ISIS. Hal ini diungkapkan beberapa hari setelah adanya kabar keterlibatan warga Denmark bergabung dengan ISIS yang menyebut Denmark menjadi sasaran ISIS berikutnya.

Masjid Grimhojvej yang terletak di di Kota Aarhus itu telah lama dituding memberikan ruang dan mendukung gerakan Islam radikal.

Menurut juru bicara masjid, Fadi Abdallah, adanya negara Islam sudah menjadi impian orang muslim sejak lama.

"Oleh karena itu kita tidak hanya bisa menolong tapi mendukung Negara Islam. Bahkan jika ini membuat kesalahan, kita hanya harus menunggu dan melihat," kata dia, dilansir dari Rusia Today, Rabu (3/9).

"Kondisi di sana (Suriah dan Irak) tidak sama dengan di sini. Saya dapat mengerti mengapa orang terbunuh," lanjut dia.

Kabar ini muncul setelah keterlibatan warga Denmark yang hanya menyebut dirinya sebagai OA bergabung dengan ISIS. Dalam sebuah video, OA menyebut Denmark berada di daftar teratas tujuan invasi ISIS berikutnya.

"Denmark bukan negara saya. Negara bagi umat Islam adalah khalifah dan insya Allah akan segera ada serangan di sini. Denmark harus mempersiapkan diri," kata OA, yang juga diyakini berasal dari wilayah Aarhus, seperti dilaporkan the Local.

"Ini adalah perang terbuka sekarang. ISIS mengatakan bahwa semua orang kafir harus diperangi. Mereka harus dimusnahkan dan segera gilirannya adalah Denmark," lanjut OA.

Terkait keterlibatan warga negara Denmark, Perdana Menteri Martin Liedegaard mengatakan pihaknya akan memberikan kontribusi dan berkampanye menyerukan perlawanan terhadap ISIS.

"Saya senang dengan dukungan politik yang luas untuk kontribusi Denmark melawan ISIS di Irak. ISIS adalah salah satu ancaman terbesar, meski bukan yang terbesar, yang dihadapi oleh masyarakat internasional. Kontribusi kami terhadap operasi yang sedang berlangsung jelas tidak akan langsung menghilangkan ISIS tetapi akan digunakan untuk membantu rakyat Irak dalam mempertahankan diri dari ISIS," tulis the Local, mengutip surat kabar Politiken.

(Nay)
Komentar