Mi instan Buruk Bagi Kesehatan Wanita

Senin, 01 September 2014 16:30
Mi instan Buruk Bagi Kesehatan Wanitailustrasi @hercampus.com
Hingga kini dampak mi instan bagi kesehatan tubuh masih menjadi kontroversi. Penelitian mengenai makanan ini hingga kini masih terus dilakukan. Salah satunya oleh peneliti dari Harvard University. para peneliti tersebut mengatakan bahwa perempuan lebih rentan terkena tekanan darah tinggi, peningkatan gula darah, dan kolesterol tinggi akibat mengonsumsi mi instan.

Para peneliti tersebut meneliti 10.711 warga Korea, dimana lebih dari setengahnya adalah perempuan. Seperti yang dilansir The New York Times, penelitian tersebut menyimpulkan bahwa 68% perempuan yang mengonsumsi mi instan lebih dari dua kali dalam sepekan berisiko terkena sindroma metabolis lebih tinggi.

Sindroma metabolis merupakan sekelompok kondisi yang meningkatkan risiko penyakit jantung dan diabetes. Uniknya para peneliti tidak menemukan sindroma metabolis tersebut pada tubuh pria.

"Satu atau dua kali sebulan tidak masalah, ujar Frank Hu, profesor nutrisi dan epidemiologi di Harvard University.

Gejala sindroma metabolisme tersebut adalah lemak berlebih di sekitar pinggang perempuan.

"Konsumsi mi instan dikaitkan dengan peningkatan kemunculan sindroma metabolis pada wanita, terlepas dari pola makan apapun yang dijalankan," tambahnya.

Sebaiknya wanita mengonsumsi makanan secara tradisional yaitu dengan mengonsumsi beras, ikan, dan sayur. Mengonsumsi daging dan makanan yang digoreng lebih baik daripada mengonsumsi mi instan dua kali dalam sepekan.

Korea Selatan sendiri merupakan negara yang sejarahnya tidak bisa dipisahkan dari mi instan. Pada era 1960 mi instan pernah menjadi penyelamat warga Korea Selatan dari kelaparan dan kemiskinan akibat Perang Korea.
(okta)
Komentar