Muslim dan Yahudi Inggris ingin 'Ekspor Perdamaian' ke Timur Tengah

Kamis, 28 Agustus 2014 16:45
Muslim dan Yahudi Inggris ingin 'Ekspor Perdamaian' ke Timur TengahYahudi dan Muslim Inggris @haaretz.com

Para tokoh umat Yahudi dan Muslim Inggris menyerukan perdamaian untuk menyudahi konflik di Timur Tengah.

Dalam kesempatan yang sama, Dewan Deputi Yahudi (JBD) dan Dewan Muslim Inggris (MCB), mengecam Islam fobia dan juga paham anti-Semit.

Mereka mengatakan memiliki pandangan yang kuat terhadap persoalan di Palestina. Namun terkait jatuhnya korban jiwa dari warga sipili, keduanya sepakat tidak bisa menerima.

"Kematian setiap warga sipil adalah sebuah tragedi, dan setiap upaya harus dilakukan untuk meminimalkan jatuhnya korban jiwa," kata pernyataan tersebut.

"Menjadikan warga sipil sebagai sasaran sangat tidak bisa diterima dan berlawanan dengan tradisi agama kami. Kami berdoa agar konflik segera berakhir dan perdamaian abadi untuk semua."

Keduanya pun beritikad untuk menjalin hubungan antar komunitas di Inggris dengan baik.

"Terlepas dari situasi di Timur Tengah, kita harus terus bekerja keras untuk menjalin hubungan baik antar komunitas di Inggris," kata pernyataan itu.

"Kita tidak boleh mengimpor konflik. Kita harus mengekspor perdamaian."

Sikap anti-Semit pun semakin meningkat sejak konflik di Gaza dimulai.

"Kami mengecam setiap bentuk anti-Semit, fobia Islam atau bentuk rasisme apa saja," sebut laporan itu.

"Meminta Yahudi dan Muslim untuk menggandakan upaya demi bekerja sama dan saling mengenal satu sama lain," lanjutnya. Demikian dilansir dari BBC, Kamis (28/8).

(Nay)
Komentar