Isi Kesepakatan Gencatan Senjata Jangka Panjang Israel-Palestina

Rabu, 27 Agustus 2014 10:15
Isi Kesepakatan Gencatan Senjata Jangka Panjang Israel-PalestinaWarga sipil Palestina di Jalur Gaza @ibtimes.co.uk

Setelah sempat tertunda dan mengalami kegagalan beberapa kali, Palestina dan Israel sepakat melakukan gencatan senjata jangka panjang, Selasa (26/8) yang difasilitasi Mesir. Gencatan senjata tersebut terhitung berlaku mulai pukul 16.00 waktu setempat atau pukul 23.00 WIB.

Gencatan senjata ini sekaligus mengakhiri 50 hari agresi militer Israel ke Jalur Gaza sejak 8 Juli 2014 lalu. Akibta serangan tersebut, sedikitnya 2.100 korban tewas dari warga sipil Gaza. Sementara pihak Israel, 69 orang tewas, 64 diantaranya adalah tentara.

Gencatan senjata tersebut menemui kesepakatan setelah berlangsung beberapa hari. Meski hampir menemui jalan buntu akibat masing-masing pihak mengajukan sejumlah persyaratan yang dirasa memberatkan dan bisa menjegal terjadinya perdamaian. Namun akhirnya kedua belah pihak bisa menerima dan melakukan kesepakatan menyudahi konflik kemanusiaan tersebut.

Dilansir dari Tribunnews, Rabu (27/8), berikut adalah skema garis besar kesepakatan gencatan senjata jangka panjang antara Palestina dan Israel:

Langkah jangka pendek

1. Israel menghentikan semua aksi militer termasuk serangan militer dan operasi darat.

2. Hamas dan kelompok bersenjata lain di Gaza setuju untuk menghentikan semua lontaran roket dan mortir ke Israel.

3. Israel setuju lebih membuka penyeberangan perbatasan sehingga memungkinkan aliran barang lebih mudah masuk ke Gaza, termasuk aliran peralatan bantuan dan rekonstruksi, di daerah pesisir Gaza.

4. Dalam perjanjian bilateral terpisah, Mesir akan membuka 14 kilometer perbatasan wilayahnya dengan Gaza di Rafah.

5. Otoritas Palestina akan memimpin koordinasi upaya rekonstruksi Gaza dengan donor internasional termasuk Uni Eropa.

6. Israel diharapkan mengurangi wilayah penyangga keamanan di perbatasan Gaza, mundur ke jarak 100 hingga 300 meter dari posisi sekarang, bila gencatan senjata bisa berlaku. Langkah ini akan memungkinkan warga Palestina untuk mengakses tanah pertanian mereka di dekat garis perbatasan.

7. Israel akan memperpanjang waktu bagi warga Palestina untuk melaut di lepas pantai Gaza, memperluas zona melaut dari 3 mil menjadi 6 mil, dengan kemungkinan pelebaran lagi secara bertahap jika gencatan senjata bisa bertahan. Palestina menuntut zona melaut ini sesuai dengan aturan internasional, 12 mil.

Materi pembicaraan lanjutan

1. Palestina menuntut Israel membebaskan tahanan Palestina yang ditangkap Israel dari Tepi Barat, setelah kasus pembunuhan tiga warga Israel yang sebelumnya hilang pada 12 Juni 2014.

2. Presiden Palestina, Mahmoud Abbas, dari faksi Fatah, menuntut pembebasan seluruh tahanan Palestina di Israel, bagian dari kesepakatan damai sebelumnya antara Israel dan Palestina.

3. Israel menuntut Hamas dan kelompok bersenjata lain di Gaza untuk menyerahkan jasad dan barang milik tentara Israel yang tewas selama pertempuran terakhir.

4. Hamas menuntut pelabuhan laut dibangun di Gaza, untuk memungkinkan keluar-masuknya barang dan orang dari Jalur Gaza. Israel selalu menolak tuntutan tersebut tetapi ada kemungkinan tuntutan ini dipenuhi Israel bila ada jaminan keamanan mutlak.

5. Hamas menuntut penghentian pembekuan dana milik organisasinya, untuk memungkinkan penggajian 40.000 polisi, pegawai, dan staf administrasi lain di Gaza, yang selama setahun terakhir sudah tak digaji.

6. Palestina menuntut pembangunan kembali bandara internasional di Gaza, Bandara Internasional Yasser Arafat. Bandara ini dibangun pada 1998 tetapi ditutup pada 2000 setelah dibom Israel.

(Nay)
Komentar