Warga Korsel: Makan Mi Instan Tidak Berbahaya

Senin, 25 Agustus 2014 14:00
Warga Korsel: Makan Mi Instan Tidak BerbahayaIlustrasi @YouTube.com

Berbicara tentang mi instan, Korea Selatan merupakan negara yang paling banyak mengonsumsi makanan tersebut. Makanan ini memang merupakan makanan instan yang paling digemari oleh masyarakat Korea. Saking populernya,makanan ini selalu muncul baik di variety show maupun di drama-drama Korea. Tak heran jika warga Korea Selatan merasa geram dengan pernyataan dampak buruk makanan tersebut terhadap kesehatan.

Pernyataan tersebut dilansir oleh portal berita Time yang mengutip penelitian The Journal of Nutrition yang dilakukan terhadap 10.711 orang dewasa di Korea Selatan menyebutkan bahwa mi instan berdampak buruk bagi perempuan dan ancaman penyakit jantung jika dikonsumsi secara rutin. Bagi sebagian warga Korea Selatan, berita tersebut terdengar sebagai sebuah sindiran.

"Tidak akan ada penelitian manapun yang akan menghentikan saya makan ini," ujar Kim Min-koo, seorang editor fil Korea Selatan yang sangat menyukai mi instan.

Beberapa pencinta mi instan lain berusaha mencari jalan alternatif untuk menanggapi isu tersebut dengan tidak hanya mengonsumsi mi instan, mereka menambahkan telur, sayuran bahkan mengurangi bumbu dalam kemasan mi.

Mi Instan sudah sangat erat dengan warga Korea Selatan, Kehidupan warga Korea Selatan memang tidak bisa dipisahkan dari mi instan. Di era 1960 mi instan pernah menjadi penyelamat warga Korea Selatan dari kelaparan dan kemiskinan akibat Perang Korea. Di tahun 2012, Kementrian yang mengatur soal makanan dan obat-obatan merilis data bahwa industri mi instan mampu memimpin penjualan makanan di Korea Selatan yang mencapai angka USD1 miliar.

Berdasarkan hasil penelitian yang dipublikasikan The Journal of Nutrition tersebut, Alice Lichtenstein, direktur laboratorium gizi Tufts University, Boston menjelaskan bahwa kesimpulan tersebut berdasarkan fakta bahwa satu porsi ramyeon yang laris di Korea Selatan telah memenuhi 90 persen kebutuhan sodium harian yang direkomendasikan Korea Selatan. Namun dampaknya bagi kesehatan bukan hanya dipicu oleh mi instan saja.

Choi Yong-Min,direktur marketing Paldo, sebuah perusahaan makanan di Korea Selatan mengatakan, "Saya tidak bisa mengatakan (mi instan) menyehatkan, tetapi ini diproduksi dengan memperhitungkan dampak kesehatan,"

(okta)
Komentar