Wanita Selingkuh Hanya Ingin Seks Bukan Perceraian

Senin, 25 Agustus 2014 12:45
Wanita Selingkuh Hanya Ingin Seks Bukan Perceraianilustrasi @esquire.com

Kata selingkuh memang identik dengan 'penyakit' pria, namun bukan berarti wanita tidak melakukannya. Alasan seorang pria berselingkuh biasanya adalah adanya rasa bosan, tak tahan godaan dan juga tidak puas kepada pasangannya. Dan sebuah riset mengatakan bahwa alasan tersebut juga merupakan alasan yang mendasari seorang wanita berselingkuh, tidak puas.

Seperti yang dilansir ashleymadison, riset yang dilakukan oleh Eric Anderson selaku profesor di bidang maskulinitas, seksualitas dan olahraga di University of Winchester yang mengobservasi 100 wanita berusia 35 sampai 45 tahun menyebutkan bahwa para wanita berselingkuh hanya untuk mendapatkan kepuasan seksual, namun mereka tidak ingin mengakhiri pernikahan.

Dari survei yang dilakukan profesor Anderson menunjukkan bahwa 67% wanita yang sudah menikah mencari 'gairah romantis' atau seks saat berselingkuh. Tidak ada satupun diantara mereka ingin bercerai dengan suaminya. Data ini diambil dari hasil percakapan para wanita ini dengan seseorang yang diduga selingkuhannya.

"Hasil yang kami dapat bukan mencerminkan ketidakharmonisan dalam rumah tangga, tetapi hubungan seksual yang monoton yang merupakan fakta sosial dari hubungan jangka panjang," ujar Profesor Anderson.

Ketika menikah, maka Anda akan melakukan seks hanya dengan pasangan Anda. Ketika pernikahan berlangsung lama tanpa adanya variasi seks, maka akan muncul sebuah rasa bosan. Hal inilah yang menyebabkan frekuensi untuk melakukan hubungan seksual semakin menurun. Wanita yang selingkuh mencari seks karena ingin memunculkan lagi gairah yang sebelumnya hampir tidak dirasakan dalam pernikahan.

Bill Doherty, phd, guru besar ilmu sosial di University of Minnesota, Amerika Serikat mengatakan, "Sebagai wanita, merasa tidak dihargai dan diinginkan menjadi penyebab utama dari pernikahan. Dalam beberapa hal, tubuh menjadi hal yang kurang penting dalam hubungan seksual jangka panjang daripada pikiran dan perasaan,"

Perselingkuhan bukan berarti tidak setia, Profesor Doherty juga mengatakan bahwa anggapan selingkuh yang merupakan sifat dasar manusia adalah salah. Menurutnya, selingkuhan merupakan solusi sementara yang memicu kepada permasalahan yang lebih besar.

"Tentu saja ada perasaan untuk berselingkuh yang memang dianggap normal, tetapi tidak ada hal yang bisa dihindari sehingga orang-orang lebih cenderung untuk melakukan perselingkuhan karena mereka bosan dengan hubungan yang monoton," ujarnya.

(okta)
Komentar