Kontroversi Pernikahan Wanita Yahudi dan Pria Muslim

Selasa, 19 Agustus 2014 11:00
Kontroversi Pernikahan Wanita Yahudi dan Pria MuslimDemonstran Yahudi sayap kanan @vosizneias.com

Empat orang Yahudi dari ultra kanan ditahan saat berunjuk rasa menentang pernikahan seorang wanita yang masuk Islam dan menikah dengan seorang muslim di Israel karena dianggap murtad.

Sebanyak ratusan diantaranya anggota Organisasi Anti Kawin Campur di Tanah Suci (Lehava) menggelar protes di luar gedung resepsi di Rishon LeZion hari Minggu, dengan pengawalan ketat.

Mempelai pria, Mahmoud Mansour, sebelumnya telah mengajukan permohonan agar pengadilan melarang unjuk rasa itu, namun ditolak. Oleh pengadilan, pendukung kelompok ultra kanan Yahudi Lehava yang mengadakan unjuk rasa dizinkan dengan jarak minimum 200 meter dari gedung resepsi.

Namun empat orang diantaranya ditangkap polisi karena melanggar ketentuan, diberitakan dari BBC, Selasa (19/8).

Unjuk rasa dari kelompok kanan juga digelar guna mendukung pernikahan tersebut.

Mempelai perempuan, Morel Malka, dan suaminya, mengundang 500 tamu di acara resepsi nikah pada hari Minggu (17/8).

Namun menjelang pernikahan, Morel justru pindah agama dari Yahudi ke Islam.

"Kami hidup dalam koeksistensi sejati, dan saya tak begitu peduli pada apa kata orang," demikian kata mempelai pria, Mahmud Mansur, 26, kepada televisi Saluran 2 Israel, menjelang pernikahan.

Berita unjuk rasa tersebut lantas mendapat kecaman dari Presiden Israel Reuven Rivlin. Dirinya menyebut demonstran Lehava sebagai "tikus yang menggerogoti fondasi Yahudi dan demokrasi Israel."

(Nay)
Komentar