Animasi Indonesia Kuku Rock You Tayang 17 Agustus

Kamis, 14 Agustus 2014 22:15
Animasi Indonesia Kuku Rock You Tayang 17 AgustusKuku Rock You @halomalang.com

Sejak era 90-an, dunia film animasi Indonesia memang dirajai oleh produk-produk luar negeri, kebanyakan di antaranya adalah produk anime dari Jepang. Namun belakangan produk Malaysia seperti Upin Ipin juga merajai televisi Indonesia.

Film animasi di Indonesia memang tidak sepopuler animasi buatan luar negeri. Pada tahun 2009 lalu, layar bioskop Indonesia pernah menayangkan film animasi buatan Indonesia berjudul Meraih Mimpi yang mendapat respon cukup baik dari masyarakat.

Kali ini, tepat di HUT Republik Indonesia 17 Agustus mendatang, sebuah film animasi buatan animator kota Malangberjudul Kuku Rock You akan kembali menghiasi layar kaca Anda.

"17 Agustus besok bakal jadi kebangkitan animasi Indonesia," ujar Ahmad Rofiq, creator Kuku Rock You, saat jumpa pers, di Gramedia Matraman, Jakarta.

Film animasi yang akan tayang di Indosiar ini bercerita tentang seekor ayam jago yang terobsesi menjadi penyanyi rock. Tokoh-tokoh ayam tersebut di antaranya si Jagur, Siyap, Heni, Pak Kate, Bu Kate dan anak-anak (Blab, Blib, Blup, Bleb, Blob).

Jagur memulai petualangannya untuk menjadi seekor ayam rocker sejati. Tapi Jagur bukan rocker yang pantang menyerah. Ia ingin membuktikan kalau ia "bukan jago kandang". Bersama Siyap, pengelana gembel kawan setianya Jagur semakin percaya diri untuk mengukuhkan dirinya sebagai rockstar.

Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, Mari Elka Pangestu berharap film yang berslogan Bukan jago kandang ini diharapkan nggak cuma "jago kandang" tapi bisa mendunia.

"Seperti yang kita tahu 5 tahun lalu program animasi 90 persen import. Padahal kita tahu banyak pelaku animasi yang udah go internasional. Ada keberpihakan stasiun televisi pada produk import, beberapa alasan mereka masalah kualitas. Tapi kini kualitas produk kita udah sebanding dengan internasional. Ini kita harus dukung, harus apresiasi produk buatan anak bangsa itu tidak kalah dengan produk buatan impor. Jangan hanya jago kandang harus go international," papar Mari.

(okta)
Komentar