China Wajibkan Pengguna WeChat dan Weibo Pakai Nama Asli

Kamis, 14 Agustus 2014 19:00
China Wajibkan Pengguna WeChat dan Weibo Pakai Nama AsliAplikasi WeChat @techontouch.com

Pemerintah China kembali menerbitkan peraturan ketat penggunaan aplikasi di ponsel. Akibatnya, sejumlah aplikasi instan dari luar seperti Line dari Jepang, KakaoTalk dari Korea Selatan, dan WhatsApp yang berbasis di Amerika Serikat, menjadi korban kebijakan anyar tersebut.

Buntut kebijakan ini, pengguna ponsel di China kini hanya memiliki dua pilihan aplikasi chatting. Yakni, WeChat dan media sosial Weibo. Pemerintah menyebut kebijakan baru ini dengan alasan stabilitas keamanan nasional.

Guna memaksimalkan kebijakan tersebut, Pemerintah China mewajibkan para pengguna aplikasi mendaftar menggunakan nama dan informasi asli agar pengguna merasa memiliki tanggung jawab yang lebih besar saat berekspresi di dunia maya.

Partai Komunis yang berkuasa di China menganggap aplikasi chatting dan media sosial adalah sarana strategis dalam pengerahan kekuatan massa.

"WeChat dan layanan sosial media lainnya, sekarang benar-benar telah memasyarakat, dan di Tiongkok hal ini harus mendapatkan perhatian serta regulasi khusus," ungkap Duncan Clark, ketua perusahaan penasihat teknologi, BDA, yang berbasis di Beijing, dilansir dari Reuters, Kamis (14/8).

Selain itu, pengguna yang menggunakan WeChat dan Weibo harus melewati sejumlah prosedur registrasi baru, termasuk mendaftarkan nama asli, data identitas dasar penduduk, dan email aktif.

Pemerintah China juga menerapkan 7 aturan pokok bersosial media yang dapat disimpulkan ke dalam 3 garis besar. Dalam hal ini, pengguna diwajibkan menghormati kepentingan nasional, menjaga ketertiban, serta menjunjung sistem sosial yang diaplikasikan pemerintah China.

(Nay)
Komentar