Muhammadiyah: 1 Syawal 1435 H 28 Juli 2014

Sabtu, 19 Juli 2014 16:15
Muhammadiyah: 1 Syawal 1435 H 28 Juli 2014Ketua PP Muhammadiyah Yunahar Ilyas @muhammadiyah.or.id

Pimpinan Pusat Muhammadiyah menetapkan 1 Syawal 1435 Hijriah jatuh pada 28 Juli 2014 berdasarkan hisab hakiki wujudul hilal.

"Penetapan itu merupakan hasil hisab Majelis Tarjih dan Tajdid Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah," kata Ketua PP Muhammadiyah Yunahar Ilyas di Yogyakarta, Jumat (18/7/2014), dikutip dari Beritasatu.

Yunahar mengatakan, hisab hakiki adalah metode hisab yang berpatokan pada gerak benda langit khususnya matahari dan bulan faktual (sebenarnya).

"Gerak dan posisi bulan dalam metode itu dihitung secara cermat untuk mendapatkan gerak dan posisi bulan yang sebenarnya," katanya.

Ia melanjutkan, wujudul hilal adalah istilah yang digunakan untuk menggambarkan pada saat matahari terbenam, bulan belum terbenam. Atau dengan kata lain, bulan terbenam terlambat dari terbenamnya matahari berapa pun selisih waktunya.

"Dengan istilah geometrik, pada saat matahari terbenam posisi bulan masih di atas ufuk berapa pun tingginya," katanya.

Menurutnya, perhitungan berdasarkan hisab hakiki dengan kriteria wujudul hilal tersebut ijtimak atau konjungsi menjelang Syawal 1435 Hijriah terjadi pada 27 Juli 2014 pukul 05.43.39 WIB.

"Ijtimak terjadi pada pagi hari yang berarti sudah terjadi ijtimak dan ijtimak terjadi sebelum terbenam matahari," katanya.

Dan pada saat terbenam matahari di Yogyakarta pada 27 Juli 2014 itu bulan masih di atas ufuk sehingga hilal sudah terwujud.

"Oleh karena itu, pada saat terbenam matahari di Yogyakarta pada 27 Juli 2014 mulai masuk 1 Syawal 1435 Hijriah (konversinya 28 Juli 2014)," pungkasnya.

(nay)
Komentar