Berhenti Merokok Karena Puasa

Sabtu, 19 Juli 2014 06:00
Berhenti Merokok Karena Puasailustrasi @whytoread.com
Ahmed, 36 tahun, seorang sipir lalu lintas di London telah merokok sejak berusia16 tahun, setiap hari ia menghabiskan tak kurang dari 10 hingga 15 batang rokok.

"Kadang-kadang saya berhasil berhenti selama satu bulan tapi setiap kali saya melihat seseorang dengan rokok di tangan mereka, itu membuat saya ingin satu," katanya.

Seperti yang dilansir nhs.uk, melihat kebiasaan Ahmed tersebut, sang istri merasa prihatin, ia kerap menunjukkan artikel tentang bahaya merokok.

"Kami memiliki dua anak-anak dan dia tidak ingin mereka terkena asap rokok. Jadi saya harus merokok di taman," kata Ahmed.

Hingga pada tahun 2005, Ahmed bertekad untuk berhenti merokok di bulan Ramadan.

"Kita tidak bisa merokok di siang hari selama waktu puasa. Jadi saya berpikir bahwa jika saya bisa berhenti merokok di siang hari tidak ada alasan mengapa saya tidak bisa akhirnya berhenti sama sekali," ujarnya.

Salah seorang teman Ahmed menyarankannya untuk bergabung kedalam Primary Care Trust (PCT). PCT merupakan sebuah komunitas yang mendukung gerakan anti-merokok untuk orang yang mencoba untuk menyerah. Para peserta yang bergabung diwajibkan untuk berkomitmen selama lima minggu dengan 4-5 sesi kelompok dalam satu minggu.

Pada mulanya, Ahmed menghubungi pekerja PCT setiap kali ia ingin merokok.

"Beberapa minggu pertama terasa sulit. Tidak makan atau minum apa pun selama sehari tidak terasa sulit, tapi bagi saya merokok lebih sulit."

Ia bercerita, ketika ia ingin merokok, ia mengunyah permen karet nikotin atau pergi ke sebuah kafe dan membaca koran. Ia hanya akan pergi dari kafe itu ketika keinginannyauntuk merokok hilang.

"Hari ini, saya bisa melakukan latihan fisik tanpa terengah-engah dan kepala saya terasa ringan. Istri saya benar-benar bangga dan itu bagus untuk tahu bahwa saya tidak harus pergi ke luar dan berdiri kedinginan atau kehujananhanya untuk merokok." ujarnya.
(okta)
Komentar