Tunggak Gaji TKI Rp 70 Juta, Warga Singapura Didenda Rp 113 Juta

Kamis, 17 Juli 2014 13:45
Tunggak Gaji TKI Rp 70 Juta, Warga Singapura Didenda Rp 113 JutaIlustrasi Tenaga Kerja Indonesia @tribunnews.com

Kementerian Tenaga Kerja Negeri Singa (MOM) Singapura menjatuhkan denda senilai total S$12 ribu, atau setara Rp 113 juta kepada Razalee bin Rasdi. Zazalee didenda karena telah menunggak memberikan gaji kepada TKI sebesar S$ 7.450, atau Rp 70 juta.

Selain menunggak gaji, pria 51 tahun itu dituding mempekerjakan pembantunya secara ilegal, dilansir dari Channel News Asia, Rabu (16/7/2014).

Izin kerja asisten rumah tangga Razalee telah dicabut, karena tidak membayar levy. levy adalah mekanisme pembayaran untuk mengatur jumlah tenaga kerja asing di Singapura.

Razalee dihadapkan 23 dakwaan. Enam diantaranya tidak membayarkan gaji, gagal memberikan gaji layak, dan mempekerjakan tenaga kerja secara ilegal, kini tengah diproses oleh MOM. Sementara 15 dakwaan lagi masih diproses akan membuahkan hukuman untuknya atau tidak.

Sementara delapan dakwaan yang diporses telah mewajibkan Razalee membayar denda senilai S$ 21 ribu, atau Rp 198 juta. Denda ini sudah termasuk nominal Rp113 juta akibat menunggak gaji asisten rumah tangganya.

Akibatnya, Razalee dilarang pemerintah Singapura mempekerjakan tenaga kerja dari luar negeri.

Kasus ini terungkap berawal dari laporan tenaga kerja Razalee asal Indonesia, Umi Kholifah. Ia mengajukan keluhan ke MOM pada 11 Juni 2013 karena tidak digaji sejak Februari 2010-Mei 2013. Total gaji yang belum dibayarkan mencapai Rp 70 juta.

Akibat kelalaian Razalee juga, izin kerja Umi dicabut pemerintah Singapura sejak 1 Februari 2012. Kendati tidak memiliki izin, Razalee mempekerjakan Umi hingga Mei 2013.

Beruntung Kemenaker Singapura kini telah memberikan Umi majikan baru. Razalee pun telah membayarkan tunggakan gaji Umi.

Sebelumnya, kasus serupa terjadi pada Rafidah Bte Rahmat. Ia dihdapkan 16 tuduhan, salah satunya tidak membayarkan gaji kepada asisten rumah tangganya senilai S$2.944, atau Rp 27 juta.

Kemenaker Singapura sendiri telah mengancam mereka yang mempekerjakan tenaga kerja asing tanpa izin dapat didenda dari S$5.000, atau Rp 47 juta hingga S$30 ribu, atau Rp 283 juta, dibui hingga 12 bulan, atau keduanya.

(nay)
Komentar