Desa Asola, Desa Pencetak Tukang Pukul dan Bodyguard di India

Jum'at, 11 Juli 2014 12:45
Desa Asola, Desa Pencetak Tukang Pukul dan Bodyguard di IndiaMayoritas pemuda desa Asola bertubuh kekar @indiatoday.intoday.in

Desa Asola-Fatehpur-Beri di utara India memiliki penduduk yang didominasi oleh pria berotot kekar. Rupanya hal tersebut disebabkan oleh alasan ekonomi.

Penduduk desa Asola selama ratusan tahun menggantungkan hidup dari hasil pertanian. Namun karena hasil bertani yang tidak mencukupi, sebagian besar pemuda beralih profesi dengan menjadi bodyguard di klub malam di kota-kota besar, seperti New Delhi, dilansir dari Wowkeren, Kamis (10/7/2014).

"Di desa ini sekarang tidak ada satupun laki-laki yang tidak nge-gym," ucap Vijay Pahelwan, seorang akhada alias kepala pelatih gym. "Semua pria berolahraga. Mereka sangat memperhatikan tubuhnya. Tidak ada yang minum alkohol dan merokok."

desa-asola

Mayoritas pria di Asola telah akrab dengan gulat sejak masih kecil dengan harapan bisa ikut Olimpiade. Namun jika gagal, mereka masih bisa menjadi bodyguard atau tukang pukul.

Salah seorang pegulat termuda, Keshav Tewar mengaku menghabiskan waktu di gym.

"Apapun pekerjaan yang akan kudapatkan ketika dewasa, aku akan menjadi tukang pukul," tutur Keshav. "Tukang pukul di klub malam harus punya tubuh kekar dan aku harus membuatnya tetap fit."

Untuk melakoni profesi sebgai tukang pukul, ada sejumlah latihan keras 2-3 jam dalam sehari dengan mengangkat traktor atau motor serta melakukan yoga. Kebanyakan mereka vegetarian dan melakukan diet ketat. Meski vegetarian namun menu diet mereka sama seperti makan satu ayam utuh, 10 telur, selusin pisang dan 10 liter susu.

Trend profesi tukang pukul di Asola dimulai sejak 15 tahun lalu. Kala itu ada pemilik sebuah klub yang menawarkan uang besar kepada 6 pemuda di desa tersebut yang mau mengawal pestanya. Kini mereka memiliki penghasilan US$ 25 setiap hari dan bisa bekerja asalkan memiliki tubuh kuat dan catatan kriminal yang bersih.

"Orang-orang kerap memandang kami secara salah," ungkap Vijay. "Mereka pikir kami ini kriminil. Tapi siapa pemuda yang olahraga setiap pagi dan malam yang akan melakukan kejahatan. Malah ini dapat melatih bersikap baik pada orang lain."

(nay)
Komentar