Wanita ini Bisa Mati Jika Terkena Air

Jum'at, 04 Juli 2014 13:15
Wanita ini Bisa Mati Jika Terkena AirBarbara Ward @DailyMail.co.ik
Kehidupan manusia tak bisa terlepaskan akan kebutuhannya akan air. Bisa di bilang, manusia tidak bisa hidup tanpa air.

Namun tahukah Anda bahwa hal tersebut tidak terjadi pada Barbara Ward, seorang wanita dari Country Durham ini tidak bisa berdekatan dengan air. Bahkan keringat, air mata, dan hujan bisa membunuh perempuan ini.

Seperti yang dilansir Daily Mail, kamis (3/7/2014), ketika mandi atau menangis, akan muncul ruam merah di kulit Barbara. Tak hanya itu, rasanya pun amat menyakitkan.

Kelainan pada dirinya ini merupakan kejadian langka, hanya dialami satu dari 230 juta orang. Kelainan tersebut oleh medis dinamakan Aquagenic Urticarial.

Penyakit ini pertama kali dirasakan Barbara sebelum usianya 20 tahun. Dokter awalnya mengira Barbara menderita eksim kemudian id diberi resep krim steroid, tapi kondisinya tak kunjung membaik.

Hal tersebut juga dirasakan saat ia minum air putih. Usai minum air putih bukannya terpuaskan rasa hausnya, malah tenggorokannya seolah tertutup dan serak.

Setelah selama bertahun-tahun menderita, akhirnya dokter mediagnosa Barbara mengidap penyakit langka yang dikenal dengan Urtikaria Aquagenic pada Oktober 2013. Dokter mengahruskannya mengkonsumsi Antihistamin dosis tinggi setiap hari dan melarangnya bersentuhan dengan air.

Maureen Jenkins, ahli alergi di Allergy UK mengatakan, Aquagenic urticarial sangat langka dan sangat tidak terduga karena dapat menjadi lebih parah dari waktu ke waktu, urainya.

Ibu dari empat anak ini tentu merasa terganggu dengan keadaanya ini. Ia kesulitan melakukan beragam aktivitas baik itu olahraga atau mungkin menonton film drama yang memancing keluarnya air mata. Ia juga tak bisa melakukan kegiatan layaknya ibu ramh tangga seperti mencuci dan memandikan anak.

Ia juga mengalami kesulitan mandi, Barbara hanya bisa mandi dua kali seminggu, itu pun cukup satu menit saja. Ia harus membawa jas hujan kemanapun dia pergi. Karena tubuhnya akan terasa terbakar zat asam saat terkena hujan.

Rasa sakit juga bisa timbul usai minum air putih biasa. Oleh karena itu, selama 20 tahun Ward tak pernah minum air putih. Barbara hanya dapat meminum 2 cangkir kecil teh atau susu pada satu waktu, "Untuk beberapa alasan saya selalu OK dengan teh dan susu. Seteguk air keran bisa membuat saya memiliki mengi dan angioedema tenggorokan," katanya.

Akibat dari penyakit yang diidapnya tersebut, alhasil, suami Barbara, Michael yang akhirnya membantu melaksanakan tugas pekerjaan rumah tangga seperti membersihkan rumah, memasak, dan mencuci. Bahkan Michael terpaksa membawa anak-anak mereka Nathan, Jordan, Natalie, dan Jasmine liburan keluarga dan pergi makan keluar tanpa Barbara.

"Aku memang sudah terbiasa dengan keadaan ini, tetapi aku merasa aktivitasku terbatas. Aku tidak seperti ibu lain yang bisa bermain atau berjalan dengan anak-anaknya, karena keringat saja bisa membuatku shock dan alergi," urai Barbara sedih.
(okta)
Komentar