Hukum Berciuman Saat Puasa Ramadan

Rabu, 02 Juli 2014 15:15
Hukum Berciuman Saat Puasa RamadanIlustrasi @islamicrenaissance.com
Allah SWT dalam firmannya menganjurkan kepada kita agar selama Ramadan menghindari segala kegiatan yang dapat menjurus ke arah membatalkan puasa.

Walau beberapa kegiatan dilarang untuk dilakukan saat sedang beribadah puasa, tetapi Allah SWT tetap memberi keringanan pada hambanya.

Seperti perihal sepasang suami istri yang ingin bermesraan di tengah bulan Ramadan. Beberapa dalil menunjukkan bahwa pasangan suami istri diperbolehkan untuk bercumbu atau berciuman ketika berpuasa, sebagaimana yang dilakukan oleh Rasulullah SAW kepada istrinya, Aisyah RA.

"Aisyah RA berkata: Nabi shallallahu alaihi wa sallam pernah mencium istrinya ketika sedang berpuasa. Kemudian Aisyah tertawa," (HR Bukhari, kitab ke-30, Kitab Shaum Bab ke-24, Bab membelai pasangan bagi orang yang sedang shaum)

Selain itu, Aisyah pernah berkata, "Nabi shallallahu alaihi wa sallam pernah mencumbu dan bersenang-senang dengan istrinya ketika beliau berpuasa, dan beliau adalah orang yang sangat kuat menahan syahwat," (HR Bukhari, kitab ke-30, Kitab Shaum Bab ke-23, Bab membelai pasangan bagi orang yang sedang shaum).

Jika berciuman dan berpelukan menyebabkan keluarnya air madzi dari suami istri maka puasanya sah tidak batal. Akan tetapi jika menyebabkan air maninya keluar, maka puasanya telah batal, dan wajib mengganti puasa yang batal tersebut pada hari yang lain menurut pendapat yang terkuat.

Syaikh Muhammad bin Shalih al-Utsaimin rahimahullah menjelaskan jika ciuman terbagi menjadi tiga macam:

Ciuman yang tidak diiringi dengan syahwat. Seperti ciuman seorang bapak kepada anak-anaknya yang masih kecil. Maka hal ini boleh, tidak ada pengaruh dan hukumnya bagi orang yang puasa.

Ciuman yang dapat membangkitkan syahwat tetapi dirinya merasa aman dan keluarnya air mani.

Ciuman yang dikhawatirkan keluarnya air mani, maka jenis ciuman ini dilarang saat berpuasa.

(hdk)
Komentar