Bahaya dan Resiko Terlalu Lama Menunda Kehamilan

Sabtu, 28 Juni 2014 14:00
Bahaya dan Resiko Terlalu Lama Menunda Kehamilanilustrasi @makchic.com
Banyak pasangan muda yang baru menikah menunda kehamilan sehingga waktu yang benar benar siap, hal ini dinilai akan mempersiapkan secara emosional calon ibu dalam merawat bayinya kelak. Namun Hal tersebut sangat tidak di anjurkan.

Banyak ahli klinik kesuburan di dunia mengatakan bahwa usia terbaik untuk melahirkan adalah antara 20-35 tahun. Masalah kesuburan mulai meningkat setelah wanita memasuki usia 35 tahun dan semakin memburuk pada usia di atas 40 tahun.

Untuk itu, penting bagi Anda untuk mengetahui apa bahaya serta resiko akibat menunda kehamilan apabila telah berusia 30 tahun. Sebaiknya pertimbangkan kembali alasan Anda mengapa ingin menunda sebuah kehamilan yang bagi sebagian wanita adalah hal yang sulit untuk didapatkan.

Seperti yang dilansir berisatu.com, dr Gede Widi Mariada, Sp.OG dari Sahid Sahirman Memorial Hospital (SSMH) mengatakan, "Diprediksi sekitar 11-15 persen dari pasangan suami istri di Indonesia mengalami infertilitas atau sulit memperoleh keturunan akibat kesuburannya terganggu. Penyebabnya bisa karena banyak faktor, salah satunya karena faktor usia. Sebab di atas 32 tahun, tingkat kesuburan seorang wanita mulai menurun. Semakin bertambahnya usia, kesuburannya juga akan semakin menurun,"

Menunda kehamilan sering kali menjadi pilihan pasangan muda, selama anda dapat memilih alat kontrasepsi yang tepat tidak akan menimbulkan masalah pada saat anda telah siap hamil. Pilihan penggunaan kontrasepsi pil, sering kali disarankan dikarenakan dapat membuat masa subur dengan cepat setelah kontrasepsi pil dihentikan.

Adapun menggunakan metode KB suntik, dapat menimbulkan beberapa efek jangka panjang. KB suntik merupakan salah satu metode pencegahan kehamilan yang bekerja mengentalkan lendir rahim sehingga sulit ditembus sperma dalam pembuahan. Adapun kekurangan menggunakan metode suntik kb adalah siklus datang bulan yang tidak teratur bahkan ada yang tidak mengalami datang bulan sama sekali.

Wanita yang hamil dan melahirkan pada usia di atas 35 tahun juga mempunyai resiko :
- Mengalami keguguran
- Cacat pada janin
- Banyak resiko penyakit lainnya yang menyerang kehamilan.
- Meningkatkan resiko terkena kanker payudara, terutama pada wanita yang baru menjalani kehamilan pertama di usia 40 tahunan. Wanita yang baru melahirkan saat berusia 35 tahun memiliki resiko 1,6 kali lebih tinggi daripada wanita yang melahirkan anak pertama di usia 26 atau 27 tahun. Selain karena menunda kehamilan, wanita yang mengalami menstruasi pada usia terlalu muda atau berhenti menstruasi di usia lanjut juga beresiko tinggi terkena kanker payudara.

dr Gede juga mengatakan tingkat infertilitas atau kesuburan pria dan wanita dengan gaya hidup hidup seperti merokok menyebabkan baik suami maupun istri harus memeriksakan kondisi kesuburannya. Apalagi ketidaksuburan dari pihak laki-laki ternyata cukup besar yakni 40 persen.

"Infertilitas bukan berarti kemandulan atau tidak bisa memiliki keturunan, hanya kesuburannya saja yang terganggu. Bila penyebabnya berhasil diidentifikasi, biasanya pengobatan yang diberikan akan lebih mudah," terang Gede Widi yang saat ini memimpin Fertilitas Center di SSMH.

Maka sebaiknya, Anda dan pasangan tak perlu menunda kehamilan dalam waktu lebih dari 2 tahun, atau bahkan terlalu lama. Pahami resiko terhadap kesehatan organ reproduksi Anda serta bahaya lainnya akibat dari menunda keinginan mempunyai anak.
(okta)
Komentar