Kondisi Wanita Hamil yang Dilarang Puasa

Sabtu, 28 Juni 2014 16:45
Kondisi Wanita Hamil yang Dilarang PuasaIlustrasi wanita hamil @sheknows.com
Berpuasa ketika bulan Ramadan pada dasarnya bukan sebuah masalah bagi wanita atau ibu hamil. Akan tetapi, ada beberapa kondisi yang mengharuskan mereka untuk meninggalkannya.

"Kalau sampai mengganggu janinnya, ibu hamil tidak perlu sampai puasa. Tetapi, kalau janin dan ibunya tidak mengalami masalah, silahkan saja boleh berpuasa. Namun, kebutuhan cairannya meningkat menjadi 300 cc karena ibu hamil membutuhkannya untuk sirkulasi," kata Dr dr Saptawati Bardosono, MSc di Jakarta Pusat, baru-baru ini seperti yang dikutip dari Okezone.com.

Menurut pakar gizi klinik dari FKUI itu, cairan adalah hal yang sangat diperlukan agar wanita yang sedang hamil tidak mengalami dehidrasi. Ketika si ibu dehidrasi, maka ia akan berisiko mengalami gawat janin. Apa saja tanda-tanda terjadi gawat janin dalam kehamilan?

"Jadi, denyut jantung janinnya menjadi lebih cepat atau janinnya bergerak-gerak. Kalau sudah begitu, maka dia harus membatalkan puasanya. Karena kalau tidak membatalkan puasa maka bukan manfaat yang didapatkan, tetapi justru mencelakakan dirinya sendiri," pungkas Saptawati.
(hdk)
Komentar