Tradisi Unik Menyambut Ramadan di Indonesia

Selasa, 24 Juni 2014 12:15
Tradisi Unik Menyambut Ramadan di IndonesiaIlustrasi @vidinur.com
Kedatangan bulan suci Ramadan selalu disambut meriah oleh umat Islam di seluruh Indonesia. Bermacam-macam kegiatan yang dilakukan oleh seluruh masyarakat dalam menyambut bulan penuh berkah ini.

Sejumlah daerah di Nusantara memiliki tradisi yang berbeda dalam menyambut datangnya bulan Ramadan, meski sekarang ini merupakan era modern, tradisi itu masih rutih dilakukan tiap tahunnya.

Munggahan

Tradisi munggahan biasa dilakukan oleh masyarakat Jawa Barat, khususnya etnis Sunda. Dalam tradisi ini, masyarakat akan berkumpul bersama keluarga, kerabat, maupun sanak saudara untuk saling bermaaf-maafan.

Nyadran

Nyadran atau ziarah kubur ini biasa dilakukan oleh masyarakat Jawa Barat, Jawa Timur, Jawa Tengah, dan Daerah Istimewa Yogyakarta. Tradisi ini sudah ada sejak zaman Wali Songo sebagai bentuk akulturasi Islam dengan budaya Jawa yang kala itu masih terpengaruh oleh animisme. Tidak hanya ziarah kubur, tradisi nyadran juga dilakukan di masjid ataupun mushola.

Padusan

Padusan berasal dari kata "adus" yang berarti mandi atau mensucikan diri. Tradisi ini biasanya dilakukan oleh masyarat Jawa Tengah, Daerah Istimewa Yogyakarta, dan Jawa Timur. Saat pelaksanaan padusan, tempat-tempat seperti kolam, sungai, maupun pantai akan dipenuhi orang-orang yang akan melaksanakan padusan atau mensucikan diri beramai-ramai.

Ruwahan/Apeman

Tradisi ruwahan atau apeman yang dilakukan masyarakat Jawa Tengah dan Daerah Istimewa Yogyakarta ini dilakukan dengan memasak kue tradisional yang bernama apem. Kue ini terbuat dari dari tepung beras dan menyimbolkan permohonan maaf atas kesalahan dan dosa.

Balimau

Secara harfiah, dalam Bahasa Indonesia, balimau berarti berlimau. Saat menjelang Ramadan, orang Minang akan melakukan tradisi balimau, baik secara perorangan maupun beramai-ramai. Masyarat Minang biasanya menggunakan limau untuk mencuci rambut yang bermakna menyucikan diri dalam menyambut datangnya bulan Ramadan.

Jalur Pacu

Di Kabupaten Kuantan Singing, Riau, masyarakatnya memiliki tradisi yang mirip dengan lomba dayung. Tradisi ini digelar di sungai-sungai Riau menggunakan perahu tradisional.

Nyorog

Tradisi ini biasa dilakukan oleh masyarakat etnis Betawi yang berada di Jakarta. Masyarakat Betawi melakukannya dengan cara mengantarkan bingkisan untuk orang-orang terdekat. Isi dari bingkisan itu bermacam-macam, bisa berupa makanan ataupun bahan mentah. Tradisi nyorog ini bermakna mempererat tali silaturahmi antar kerabat dan anggota keluarga.

Meugang

Meugang merupakan hari dilakukannya penyembelihan hewan ternak bagi masyarakat Aceh. Kegiatan ini pada umumnya diadakan dua hari menjelang bulan Ramadan. Dalam tradisi ini biasanya seluruh anggota keluarga akan berkumpul sambil menyantap masakan daging yang telah disembelih.

Malamang

Malamang berasal dari kata lemang yang merupakan makanan khas Sumatera Barat. Makanan ini terbuat dari beras ketan, pisang, dan santan. Lemang biasanya disantap bersama air tapai.
(hdk)
Komentar