Gejala dan Pencegahan Kanker Kelenjar Getah Bening/Limfoma

Kamis, 19 Juni 2014 15:45
Gejala dan Pencegahan Kanker Kelenjar Getah Bening/LimfomaIlustrasi @acemaxsnature.com
Kanker kelenjar getah bening atau Limfoma adalah salah satu jenis kanker yang jumlah penderitanya terus meningkat.

Presenter Olga Syahputra divonis menderita kanker kelenjar getah bening stadium 4, sebelumnya Olga Syahputra dirawat karena mengidap meningitis atau radang selaput otak. Sebenarnya apa Limfomaitu dan bagaimana cara pencegahannya?

[BACA: Penyakit Olga Syahputra Kanker Getah Bening Stadium 4?]

Limfoma adalah semacam tumor ganas yang berasal dari kelenjar getah bening, dan merupakan salah satu dari sepuluh tumor ganas yang paling dikenal. Menurut laporan Konferensi Limfatik Internasional, dalam setiap sembilan menit dilaporkan satu kasus baru penyakit Limfoma di seluruh dunia.

Pencegahan awal Limfoma

Jangan mengabaikan benjolan di tubuh Anda meski tidak terasa nyeri atau gatal. Ada kemungkinan ini merupakan gejala Limfoma. Mengetahui dengan cepat gejala tubuh yang muncul, dan mendiganosi dini terhadap Limfoma sangat berpeluang dalam mengobati Limfoma tahap awal.

Benjolan tidak hanya tumbuh di ketiak, tapi juga di leher, pangkal paha, di atas jantung, dan sekitar pembuluh darah besar dalam perut. Namun pembengkakan Glossary Link kelenjar getah bening bukanlah spesifik menunjuk kepada Limfoma.

Tak hanya itu, berkurangnya berat badan secara drastis, rasa letih, kehilangan nafsu makan, dan berkeringat banyak pada malam hari merupakan beberapa kondisi yang bisa menyebabkan membesarnya benjolan atau kelenjar getah bening.

Sementara itu, jika Limfoma tampaknya akan tumbuh lambat, dokter mungkin menyarankan pendekatan menunggu dan melihat perkembangan sebelum memutuskan rencana pengobatan. Dalam kasus ini terapi kanker terkadang dapat ditunda minimal satu tahun.

Dalam kebanyakan kasus Limfoma Hodgkin dan non-Hodgkins, pilihan pengobatan adalah kemoterapi, radiasi, dan beberapa membutukan transplantasi sel induk.

Gejala Limfoma

Pada Limfoma ganas, sebelum atau dalam waktu bersamaan, muncul pembesaran pada kelejar getah bening, muncul pula gejala demam, gatal-gatal, keringat malam, penurunan berat badan, dan sebagainya. Jika tidak ditemukan gejala di atas, dapat dilakukan pemeriksaan darah demi mengecualikan penyakit Limfoma.

Pembesaran Kelenjar Getah Bening

Beberapa gejala tipikal Limfoma, adalah benjolan tidak terasa sakit, membesar secara bertahap, permukaannya mulus, pas diraba kerasnya seperti bola pingpong, atau seperti ujung hidung. Pembesaran paling sering terjadi di kelenjar getah bening leher dan supraklavikula.

Ketika mengetahui adanya pembesaran kelenjar getah bening, dapat dilakukan pemeriksaan biopsi. Umumnya, diambil kelenjar getah bening di bawah leher ataupun bawah ketiak. Ini adalah cara diagnosis Limfoma yang wajib dilakukan.

Perubahan Kulit

Penderita Limfoma akan muncul serangkaian perubahan pada kulit, seperti eritoma, lepuh, erosi kulit, dan lain-lain Limfoma tahap lanjutan akan mengalami kemerosotan antibodi dan kulit sering infeksi bernanah.

"Ketika muncul gejala-gejala seperti di atas, belum pasti mengidap Limfoma, tetapi diharapkan untuk segera diperiksa ke rumah sakit. Jika sudah dipastikan sebagai Limfoma, segera diberi pengobatan untuk meningkatkan hasil pengobatan dan kualitas hidup Anda," berdasarkan rekomendasi Modern Cancer Hospital Guangzhou, seperti yang dikutip dari AsianCancer.

Untuk meningkatkan kepedulian terhadap kanker Limfoma, sejak 2004diperingati Hari Peduli Limfoma Sedunia di berbagai belahan dunia. Di Indonesia diperingati sejak 2005, dengan dibentuknya"Masyarakat Peduli Limfoma Indonesia" (MPLI).
(ec)
Komentar