20 Juta Akun WeChat di China Tawarkan Jasa Prostitusi

Rabu, 11 Juni 2014 16:15
20 Juta Akun WeChat di China Tawarkan Jasa ProstitusiWeChat @time.com
Tencent, perusahaan internet asal Tiongkok (China) menutup 20 juta akun WeChat karena menawarkan jasaprostitusi atau seks komersil.

WeChat adalah produk layanan pesan instan besutan Tencent, dan akun WeChat yang ditutup merupakan 5 persen dari total jumlah pengguna WeChat di Negeri Tirai Bambu tersebut.

Dikutip dari Business Insider (11/6/14), perusahaan ini mengambil keputusan tersebut karena menemukan layanan prostitusi melalui akun WeChat. Tidak hanya menutup 20 juta akun, Tencent juga mematikan 30 ribu akun WeChat palsu.

Perusahaan yang bermarkas di Shenzhen, Guangdong, China ini mematikan jutaan akun sebagai tindak lanjut perintah Pemerintah Tiongkok bulan lalu, yang bertekad membersihkan layanan pesan instan seperti WeChat.

Saat ini, Weixin (nama produk WeChat di Tiongkok) sudah menembus 396 juta pengguna aktif tiap bulan.Beberapa pengguna WeChat di Tiongkok memiliki3 akun pesan instan sebagai sumber berita, namun beberapa pengguna menggunakan akun itu untuk menyebarkan informasi ilegal.WeChat mulai melindungi penggunanya dari penipuan dan akun ilegal.

"Itu secara serius merusak kepentingan publik dan dunia maya," ujar pernyataan Badan Informasi Internet Tiongkok.

Akhir Mei 2014, Pemerintah Tiongkok mulai melakukan pengawasan layanan pesan instan. Hal ini karena pemerintah merasa terusik karena layanan tersebut digunakan oknum tertentu untuk menyebarkan aksi kejahatan.

Untuk memerangi hal tersebut, Pemerintah Tiongkok bekerjasama dengan Badan Informasi Internet, Kementerian Industri dan Teknologi, hingga Kementerian Keamanan Publik.

Xinhuanet melaporkan jika akun yang menjadi target adalah akun yang seringmenyebarkan informasi skala besar atau yang memobilisasi pengikutnya. Mulaiakhir bulan lalu, akun yang menyebarkan informasi bohong, kekerasan, terorisme, hingga pornografi mulai diberantas.
(ec)
Komentar