Mau ke Timur Tengah? Ketahui 5 Hal Penting Tentang Virus Mers

Rabu, 07 Mei 2014 17:30
Mau ke Timur Tengah? Ketahui 5 Hal Penting Tentang Virus MersVirus Mers @www.trunews.com
Virus Middle East Respiratory Syndrome Coronavirus (MERS-CoV) sedang mewabah masyarakat daerah Timur Tengah. Berhati-hatilah bagi Anda para wisatawan yang akan bertraveling ke kawasan Timur Tengah.

Dilansir dari CNN, Selasa (6/5), sejauh ini sudah ada 401 kasus Mers di 12 negara termasuk di AS dan Mesir. Meskipun belum terlalu berbahaya seperti SARS, Mers juga bisa mengakibatkan kematian.

Oleh karena itu, bagi Anda wisatawan yang selalu pergi ke luar negeri setidaknya harus tahu 5 hal penting tentang Mers.

Mers adalah virus corona

Mers masih satu keluarga dengan virus SARS. Bedanya adalah Mers belum menular dengan cepat di antara manusia. Namun semua pakar tetap waspada menghadapi virus ini.

Gejala virus Mers adalah demam dan menyerang sistem pernafasan manusia, demikian menurut Centers for Disease Control and Prevention (CDC) AS. Gejala lainnya adalah demam, batuk, pneumonia, diare dan gagal ginjal. Korban yang diserang berusia sekitar 2-94 tahun dengan usia rata-rata 51 tahun.

Belum ada Travel Warning untuk wisatawan

Sejauh ini kasus virus Mers ditemukan di 6 negara di Semenanjung Arabia, dengan kasus yang sangat terbatas penularan antara manusia yang berhubungan dekat dengan pasien termasuk petugas medis. Pakar kesehatan AS mengatakan tingkat kematian dalam kasus virus ini hanya 30 persen.Meskipun demikian belum diketahui dengan benar bagaimana virus ini menyebar. Pleh karena itu, WHO dan CDC belum mengeluarkan travel warning untuk wisatawan terkait dengan Mers. CDC hanya menyarankan bagi para traveler yang pergi ke Semenanjung Arabia untuk meningkatkan kehati-hatian dan jangan sampai berdekatan dengan pengidap Mers atau yang diduga mengidap virus tersebut.

Unta

Kabar terbaru dari para ilmuwan yang melaporkan bahwa mereka berhasil mengisolasi virus Mers hidup dari dua ekor unta berpunuk tunggal. Riset pada Februari lalu berhasil mendapati bahwa 3/4 unta di Arab Saudi positif terpapar virus Mers. CDC juga melaporkan bahwa virus Mers juga hidup pada kelelawar di Arab Saudi.

Penyakit musiman

Menurut ilmuwan, Mers dapat muncul pada musim semi dan juga musim semi tahun lalu. Namun belum ada kepastian apakah virus ini muncul pada musin tertentu atau pada waktu tertentu.

Belum ada vaksin Mers

Nah, hal ini yang harus benar-benar diperhatikan oleh para traveler. Virus ini belum ada vaksinnya. Dokter mungkin bisa mengatasi atau merawat penderita seperti demam atau kesulitan nafas. Namun belum ada obat khusus atau vaksin yang dapat dijadikan antivirus untuk virus Mers.
(my)
Komentar