BlackBerry Mulai Naik Pamor Kembali?

Kamis, 03 April 2014 16:30
BlackBerry Mulai Naik Pamor Kembali?
BlackBerry mengejutkan Wall Street baru-baru ini dengan meningkatkan estimasi pendapatan mereka yang biasanya rendah. Memang saat ini masih belum menunjukkan angka yang mampu bersaing dengan raksasa lainnya, akan tetapi saham BlackBerry telah meningkat sebesar 24% dalam tiga bulan terakhir. Ini menunjukkan bahwa keprcayaan investor kepada perusahaan ini mulai pulih. Jadi, apakah ada kesempatan bagi BlackBerry?

CEO Perusahaan, John Chen telah mengupayakan yang terbaik sehingga memungkinkan BlackBerry memiliki kesempatan kembali. Beberapa investor mungkin menganggap ini adalah kesempatan yang bagus, khususnya ketika Chen memimpin. Ini bukan pertama kalinya Chen membuat keajaiban. Ketika dia memimpin Sybase pada tahun 1997, perusahaan peneliti Gartner meramalkan bahwa 70% perusahaan tersebut akan mati.

Namun, Chen mengambil alih perusahaan yang dikenal sebagai penghasil perangkat lunak database server tersebut dan memposisikannya ulang sebagai penyedia solusi seluler. Ketika Chen masuk ke Sybase perusahaan ini telah mengalami kerugian terus menerus selama empat tahun. Tiga belas tahun kemudian, SAP membeli Sybase senilai USD 5,8 miliar. Sejarah itu nampaknya juga memicu kepercayaan investor terhadap BlackBerry.

Sejauh ini, Chen berfokus pada pemotongan biaya dan menjadikan BlackBerry beroperasi dengan lebih lancar. Selain pemotongan biaya, Chen telah mengajukan kesepakatan dengan Foxconn untuk memproduksi perangkat BlackBerry. Rencananya adalah memproduksi perangkat murah dan menghajar pasar Asia dan Amerika Latin, di mana nama BlackBErry masih bertahan, dan BBM masih mendominasi. Sementara itu, BlackBerry juga bebas biaya pengolahan (dengan menyerahkan beban ke Foxconn) sehingga bisa menempatkan diri sebagai penyedia perangkat lunak dan jasa.

BlackBerry juga tidak mengabaikan pasar Amerika Utara. Chen berencana untuk meluncurkan ponsel high end dan memproduksinya dengan pabrikan yang kurang ternama. Ide ini nampaknya agak diragukan oleh para penggemar BlackBerry yang takut peristiwa Q10 dan Z10 akan terulang (kegagalannya).

Namun sejuah ini banyak yang sepakat bahwa Chen telah melakukan langkah-langkah yang tepat. BlackBerry memiliki cukup uang di tangan sekitar USD 3,2 miliar ditambah USD 500 juta, dari penundaan penjualan real estate perusahaan, sehingga memberikan Chen modal untuk berbuat lebih banyak setahun ke depan. Kita nantikan gebrakan Chen selanjutnya dalam memajukan BlackBerry yang sempat diramal sudah tidak ada harapan lagi.
(ec)
Komentar