Ponsel Bikin Pom Bensin Meledak dan 9 Mitos Tentang Mobil Lainnya

Kamis, 03 April 2014 12:00
Ponsel Bikin Pom Bensin Meledak dan 9 Mitos Tentang Mobil Lainnyailustrasi @gambar.otomotifnet.com
Saat ini banyak orang bisa mengendarai mobil, tetapi hanya sebagian orang yang benar-benar memahami kendaraan roda empat tersebut. Oleh karena itu banyak orang salah menilai dan percaya pada mitos-mitos yang berhubungan dengan mobil.

Sebagaimana dilansir Business Insider, Sabtu (28/7/2013), keyakinan seseorang tentang mobil biasanya dipicu film atau pembicaraan banyak orang. Akibatnya sebagian besar orang salah paham atau terlambat menyadari bahwa mitos tersebut hanya berlaku untuk mobil-mobil jadul (zaman dulu).

Apakah menurut Anda tembakan sebuah peluru ke tangki bensin bisa membuat mobil Anda meledak?

Inilah 10 mitos tentang mobil yang dipercaya banyak orang beserta faktanya:

1. Mobil akan lebih tangguh apabila diisi bahan bakar pesawat

Meskipun banyak orang mempercayai hal ini, akan tetapi fakta menunjukkan bahwa mobil tak akan pernah bisa jalan jika diisi bahan bakar lain selain bensin. Mesin mobil biasa tidak mampu mengolah bahan bakar pesawat.

Tahun kemarin, di salah satu SPBU di New Jersey, Amerika Serikat (AS), secara tak sengaja pengantar bahan bakar salah mengisi bensin dengan avtur. Sebagian mobil yang diisi avtur justru mogok dan tak mau jalan.

2. Tank bensin dapat membuat ledakan besar jika ditembakan sebuah peluru

Sebagian adegan kunci di film-film action biasanya adalah saat sang jagoan berhasil menembak mobil penjahat tepat di tank bensinnya dan kendaraan tersebut meledak. Ditambah kobaran api dan kepulan asap hitam tebal membumbung di udara yang biasanya menyertai adegan tersebut.

Mythbusters dari Discovery menemukan bahwa pada kenyatannya, peluru yang mengenai tank bensin tak menimbulkan api apalagi ledakan.

3. Hal yang Memicu ledakan adalah menggunakan Ponsel saat hendak mengisi bensin

Komisi Komunikasi Federal (Federal Communications Commission) AS menyelidiki rumor bahwa sinyal handphone dapat memicu kebakaran. Menurut mereka, tidak ada insiden yang mendokumentasikan insiden tersebut. Sinyal telepon genggam sudah terbukti tidak ada hubungannya dengan uap bensin.

4. Mengisi bahan bakar di pagi hari, bisa dapat bensin lebih

Hal ini memang dinilai sangat logis terhadap mitos kebanyakan pengguna kendaraan ini. Ketika suhu udara sedang dingin, bensin lebih padat. Hal tersebut yang menyebabkan penggua kendaraan mendapatkan bensin lebih banyak dari biasanya. Namun demikian, keterangan tersebut dibantah oleh Consumer Report yang mengatakan bahwa bensin disimpan di tank bawah tanah di mana temperatur sulit berubah. Dengan begitu, kapan pun waktunya, jumlah bahan bakar yang dipompa akan tetap sama dan tak berubah.

5. menghindar dari tembakan peluru dengan Sembunyi di belakang mobil

Adegan film lain yang biasa ditunjukan adalah bersembunyi di belakang mobil saat sejumlah peluru menyerang. Beberapa peluru mungkin tak cukup kuat untuk menembus peluru, tapi kemunkinan untuk tertembus sangat mungkin terjadi.

Sebagaimana dikutip dari artikel Business Insider sebelumnya, mobil bukan pelindung dan ini bukan film. Faktanya peluru sanggup menembus mobil.

6. Mobil listrik beresiko terbakar setelah kecelakaan

Banyak masyarakat percaya bahwa mobil listrik lebih berbahaya setelah kecelakaan. Kenyataanya mobil dengan bahan bakar juga berpotensi besar untuk terbakar setelah kecelakaan jika kondisinya mendukung.

Pada 2012, National Highway Traffic Safety Administration menyelidiki kecelakaan yang berisiko kebakaran dan menyatakan bahwa pihaknya tidak percaya mobil listrik lebih berisiko terbakar daripada mobil biasa.

7. Setiap 3.000 mil Anda harus ganti oli atau jangan sama sekali

Peraturan tersebut dapat berlaku bagi mobil-mobil lama. Namun saat ini zaman sudah berganti, dan mitos tersebut terbukti salah. Bahkan bisa dibilang sekarang ini para pengendara mobil tak perlu mengganti oli.

Meskipun mobil-mobil produksi terbaru dapat melaju sejauh 10 ribu mil tanpa minyak, tapi oli harus tetap diganti. Hal ini dikarenakan oli semakin lama akan semakin kotor dan tidak berfungsi dengan baik.

8. Mobil bersih lebih boros energi daripada yang kotor

Beberapa pengguna mobil berpikir bahwa lumpur di samping mobil dapat membantu mengurangi bahan bakar yang digunakan. Kenyaraanya, partike-partikel kotor justru dapat membuat bensin 10% lebih boros.

9. Mobil merah lebih gesit ketika berbelok daripada warna lain

Soal kecepatan dan gerakan, perbedaan warna tak mempengaruhi pergerakan mobil. Sebuah studi yang dilakukan Quality Planning menyatakan bahawa mobil yang paling diminati adalah Mercedes-Benz SL Clas berbagai warna karena kecepatannya.

10. Bahan bakar premium membuat mobil non premium berjalan lebih mulus

Namun kenyataanya bahan bakar yang lebih mahal tidak berarti lebih murni atau lebih bersih daripada versi asli yang digunakan pada mobil. Pada sebagian besar kasus, menggunakan bensin berkadar oktan lebih tinggi tak memberikan keuntungan apapun bagi penggunanya.
(Bgs)
Komentar