BlackBerry Bersiap Meluncurkan Z3 dan Q20 untuk Indonesia

Sabtu, 08 Maret 2014 15:45
BlackBerry Bersiap Meluncurkan Z3 dan Q20 untuk Indonesia
Melalui Mobile World Congress di Barcelona, BlackBerry mengumumkan akan memproduksi tablet baru beberapa tahun ke depan dan memamerkan perangkat Z3 dan Q20.

Perangkat Z3 dianggap 'tidak menarik' karena mereka meragukan pembaruan apa yang bisa disematkan BlackBerry di tengah gempuran inovasi Apple dan Samsung. Perwakilan BlackBerry dengan jelas juga menunjukkan bahwa Z3 atau BlackBerry Jakarta akan ditujukan untuk pasar di mana BlackBerry masih meraja, yaitu Indonesia. Perangkat yang kedua Q20, lebih mengundang kehebohan karena ditampilkan dalam iklan yang seakan kembali ke masa lalu.

Stephen Schenck dari BlackBerry menggambarkannya sebagai berikut, "Q20 akan menjadi model terbaru perusahaan yang menampilkan hardware keyboard dan perangkat ini memiliki layar terbesar dibanding perangkat BlackBerry lainnya. Bila Q10 dan Q5 memiliki 3,1 inchi layar, maka Q20 memiliki layar selebar 3,5 inchi. Perangkat ini juga akan mengingatkan akar BlackBerry berupa tombol-tombol menu, back, send dan end bersama dengan trackpad."

Singkatnya, Q20 bisa dinyatakan seperti produk unggulan terbaik BlackBerry di tahun 2010. Masalahnya tentu saja, saat ini sudah 2014, dan entah apa ada fans berat BlackBerry yang menginginkan BlackBerry klasik lagi. Tapi hal ini tentu saja tidak menghentikan perusahaan untuk memproduksinya.

BlackBerry memang mendapatkan kemajuan besar ketika merilis OS BB10. Bahkan bisa dikatakan dibanding dengan Windows Phone yang didukung raksasa Microsoft, platform ini stabil, intuitif dan futuristik. Hub yang dimilikinya dapat dianggap sebagai cara terbaik untuk mengelola notifikasi, dan shortcut untuk keyboard memiliki performa yang luar biasa. Tapi tantangan ekosistem kemudian menghantui BlackBerry 10. Sedikit sekali developer yang berminat mengembangkan aplikasi untuk platform ini. Sebagian besar aplikasi masih ditulis oleh BlackBerry sendiri dan ini tentu saja sangat melelahkan bagi perusahaan yang tengah berjuang untuk kembali menjadi manufaktur smartphone terkemuka lagi. Puncak pengembangan OS BB 10 adalah OS 10.2.1 yang mana bisa memanfaatkan file .apk dari Android untuk diinstal pada BB. Sayangnya inovasi ini pun tidak menyelamatkan terus menurunnya pangsa pasar BlackBerry.

Entah apakah nanti Q20 dapat meraih efek sebagaimana yang diharapkan oleh BlackBerry, yaitu menjangkau pengguna lama yang terlanjur beralih. Dan mungkin juga BlackBerry berupaya merangkul pangsa pasar besarnya yang tersisa, yaitu Indonesia, yang sempat merasa diremehkan ketika BlackBerry beberapa tahun lalu menolak membangun pabrik di Indonesia dan memilih Malaysia – Negara yang justru memiliki sangat sedikit pengguna BlackBerry.
(ec)
Komentar