Rusia Gunakan Cermin Kamar Mandi untuk Mengintai

Senin, 10 Februari 2014 15:00
Rusia Gunakan Cermin Kamar Mandi untuk MengintaiIlustrasi @abcnews.go.com
Di Rusia, mengintai pengunjung merupakan tindakan yang diizinkan, otoritas setempat nampaknya bahkan tidak menyadari bahwa mengintip seseorang saat mandi merupakan perbuatan buruk.

Dalam jumpa pers untuk Olimpiade Musim Dingin, Deputi Perdana Menteri Dmitry Kozak menyatakan bahwa jurnalis dari barat mensabotase fasilitas hotel. Sebagai buktinya, dia menyatakan bahwa pihak berwenang menyaksikan para tamu meninggalkan air tetap menyala di shower.

Ada yang aneh dari pernyataan tersebut? Ya benar. Mereka menyaksikannya. Berikut ini laporan sepenuhnya dari Wall Street Journal, sebagaimana dilansir oleh Infospesial, "Dmitry Kozak, Deputi Perdana Menteri yang bertanggung jawab atas persiapan Olimpiade, nampaknya berupaya membuktikan bahwa para pengunjung dari barat mencoba menyabotase debut Sochi karena kebencian mereka pada Rusia. 'Kami memiliki video pengintai dari hotel yang menunjukkan bahwa orang-orang menyalakan shower kamar mandi, mengarahkannya ke dinding, dan kemudian meninggalkan ruangan sepanjang hari'."

Yang dimaksudkan tindakan menyalakan shower tersebut adalah agar menjadikan para jurnalis mengira bahwa para atlet bersangkutan tengah mandi. Namun ungkapan dari Deputi Perdana Menteri ini justru mengungkap bahwa pihak Rusia sengaja melakukan pengintaian bahkan untuk tempat pribadi, yaitu kamar mandi.

Sebenarnya, hal ini tidak begitu mengejutkan. Pemerintah Amerika Serikat (AS) menyarankan warganya yang mengunjungi Rusia agar 'bersih' dari data informasi pribadi apa pun bila membawa perlengkapan seperti laptop dan smartphone. Ini terbukti karena para jurnalis yang membawa peralatan komputer, begitu memasuki Rusia langsung mendapati bahwa perangkat mereka diretas.

"Kami membeli dua komputer yang baru saja keluar dari kotak dan menghubungkannya ke internet. Dalam semenit, hacker sudah mondar-mandir di website kami," Ujar wartawan NBC, Richard Engel.

Entah peretasan tersebut adalah serangan sporadis atau memang resmi dari pemerintah, ini menunjukkan bahwa privasi memang tidak aman di Negeri Beruang Merah tersebut. Hal ini semakin nampak nyata dari insiden yang terjadi sebelum Olimpiade Musim Dingin barusan.
(sid)
Komentar