Mark Zuckerberg Siapkan Dana Rp 28 Triliun Hanya untuk Bayar Pajak

Selasa, 24 Desember 2013 13:00
Mark Zuckerberg Siapkan Dana Rp 28 Triliun Hanya untuk Bayar PajakZuckerberg @pinoria.com
Meskipun awal tahun ini dihantam berbagai isu seperti semakin ditinggalkan penggunanya ataupun masalah keamanan yang buruk, Facebook tetap jejaring sosial terbesar di dunia. Fakta bahwa lebih dari sepertujuh warga bumi menjadi pengguna Facebook itu saja sudah hal yang luar biasa. Ditambah lagi kepiawaian Zuckerberg dalam mengelola iklan yang jadi sumber pendapatan Facebook. Telah diberitakan bahwa Facebook merupakan jejaring sosial dengan pendapatan iklan tertinggi di dunia hingga saat ini. Tak heran bila pemilik Facebook terkena efek samping berupa pajak yang ekstra tinggi.


Pendiri dan CEO Facebook Inc, Mark Zuckerberg dikabarkan menjual 41,4 juta saham yang bernilai USD 2,3 miliar atau sekitar Rp 28 triliun untuk membayar tagihan pajaknya. Saham yang dijual tersebut adalah saham kelas A.

Saham Facebook tersebut, tahun ini meningkat dua kali lipat nilainya dibanding tahun lalu, namun tengah dalam kondisi sedikit menurun. Penjualan Zuckerberg akan mengurangi kekuatan votingnya sebesar 56,1 persen dari 58,8 persen.

Facebook menyatakan bahwa Zuckerberg menggunakan sisa uang yang diperolehnya untuk melakukan opsi beli saham, namun yang dibelinya adalah 60 juta saham kelas B.

Masing-masing saham kelas A memiliki nilai satu suara (untuk menentukan kebijakan), sementara seluruh saham kelas B yang akan dibeli Zuckerberg hanya memiliki nilai 10 suara, perbedaan yang sangat jauh. Namun saham ini nanti seiring waktu bisa kapan saja diubah menjadi kelas A.

Anggota Dewan Facebook Marc Andreesen juga akan menjual 1,65 juta saham kelas A, sementara Facebook sendiri melepas 27 juta. J.P. Morgan, BofA Merrill Lynch, Morgan Stanley dan Barclays adalah peserta untuk penawaran ini.

Salah satu kesusahan menjadi orang kaya tentu saja adalah pajak yang tingi. Rupanya Zuckerberg masih perlu belajar pada Bill Gates yang dikenal lihai dalam mengurangi kewajiban pajaknya dengan berbagai cara, termasuk di antaranya dengan cara aktif dalam berbagai lembaga amal dan mendonasikan banyak harta kekayaannya ke Yayasan amal yang dikelolanya sendiri. Menurut peraturan perundangan di AS, harta yang disumbangkan tidak lagi dikenakan pajak.
(ec)
Komentar