5 Mitos Kesehatan yang Telah Diuji Sains

Kamis, 14 November 2013 10:00
5 Mitos Kesehatan yang Telah Diuji SainsMakanan berlemak bikin gemuk? @weheartit.com
Semua makanan membuat kamu gemuk! Makanan bebas gluten adalah kunci awet muda! Kamu bisa menemukan banyak sekali klaim kesehatan yang kadang terdengar konyol di internet dan kamu meyakininya.

Berikut ini, Infospesial mengulas tentang mitos-mitos kesehatan tersebut yang diuji secara ilmiah dengan landasan sains. Pengujinya adalah Dr. Carly Stewart (ahli medis), Andy Bellati (ahli makanan), dan Dr. Spencer Nadolsky (editor medis di blog examine.com).

Berikut ini hasilnya:

Mitos 1: Makanan berlemak menjadikan kamu gemuk

Nampaknya memang makanan berlemak pasti menjadikan kamu gemuk. Padahal tidak demikian.

dr. Stewart menjelaskan, jika makan makanan berlemak tidak menjadikan Anda gemuk. Lemak merupakan bagian yang diperlukan dalam struktur makanan yang sehat dan seimbang. Menambah sedikit berat dalam bentuk lemak adalah hasil ketidakseimbangan energi. Anda akan menambah berat badan ketika Anda mengambil lebih banyak kalori dibanding yang Anda bakar. Lemak merupakan sumber terkonsentrasi dari kalori, tapi tidak perlu menghapus lemak dari makanan Anda seutuhnya.

Bellatti dan Dr. Nadolsky menyetujui pendapat tersebut. Ia menambahkan bahwa makanan seperti kentang goreng tidak akan menjadikan kamu gemuk. Justru ini berisi nutrisi yang berguna sebagaimana halnya makanan dengan lemak baik. Jadi lemak tidak akan menjadikan kamu gemuk kecuali kamu makan terlalu banyak.

Mitos 2: Karbohidrat menjadikan gemuk

Jika makan lemak tidak menjadikan kamu gemuk, bagaimana dengan karbohidrat? Dr. Nadolsky menjelaskan bahwa sejumlah karbohidrat ternyata tidak menimbulkan masalah. Orang-orang tidak menyadari bahwa de novo lipogenesis (DNL yang mengubah gula menjadi lemak) cenderung bekerja  secara tidak efisien di tubuh manusia.

Untuk mengubah karbohidrat menjadi lemak, maka karbohidrat tersebut harus banyak dan manusia yang memakannya tidak berolahraga. Bellatti menambahkan bahwa karbohidrat yang diproses secara tinggi justru menimbulkan rasa lapar dan inilah yang memancing kita untuk makan lebih banyak lagi dan lagi.

Mitos 3: MSG buruk untuk kamu

MSG atau monosodium glutamate dikenal sebagai 'pembunuh diam-diam'. Untuk mitos ini Dr. Nadolsky menyatakan bahwa jawabannya bisa iya dan bisa tidak. Sejumlah kecil MSG tidak masalah, akan tetapi memang pada dasarnya MSG tidak memberikan keuntungan bagi tubuh kita kecuali bahwa ini melezatkan masakan.

Mitos 4: Makanan bebas gluten lebih sehat

Untuk mitos ini, dapat dikatakan makanan bebas gluten pada dasarnya tidak berbahaya, namun ternyata tidak memberikan manfaat yang optimal juga. Yang perlu dihindari adalah apabila kamu seorang celiac (orang yang sensitif gluten), maka keberadaan Gluten justru berbahaya untuk kamu.

Mitos 5: Tiap orang perlu pup tiap hari

Beberapa orang berbakat bisa buang air besar dua kali sheari. Bagaimana mereka memproses 'sampah' tersebut? Pastilah ini keajaiban. Jangan cemas bila kamu tidak bisa buang air besar sehari. Jadwal orang memang berbeda-beda. Tidak benar bahwa makin sering seseorang pup maka makin sehat dirinya. Perut memerlukan rentang waktu yang berbeda untuk mengolah makanan.

Kelima mitos itu sering kita dengar tiap hari. Nanti Infospesial akan mengulas mitos-mitos seputar kesehatan lainnya yang (ternyata) terbukti tidak benar secara ilmiah.
(sid)
Komentar