5 Bahaya Pakaian Dalam Ketat

Selasa, 29 Oktober 2013 15:10
5 Bahaya Pakaian Dalam KetatBahaya pakaian dalam ketat @wisegeek.org
Pakaian merupakan kebutuhan pokok yang harus tercukupi. Pakaian berfungsi untuk menutupi tubuh dari panas dan dingin. Bukan hanya pakaian luar, pakaian dalam juga mempunyai fungsi yang penting seperti pakaian luar yaitu sebagai pelindung kulit tubuh dari lingkungan luar yang kotor, penggunaan pakaian dalam juga ditujukan demi kenyamanan dan kesehatan pemakainya.

Untuk menunjang fungsi tersebut di atas, perhatikan pemilihan jenis bahan dan ukuran pakaian dalam. Jenis bahan yang tidak menyerap keringat ataupun ukuran pakaian dalam yang sangat ketat dapat mengganggu kesehatan.

Memang, pakaian dalam yang ketat dapat memberikan bentuk tubuh yang lebih terlihat langsing. Karena pakaian dalam ketat yang dapat "menyembunyikan" gumpalan lemak tubuh menjadi sangat populer di kalangan wanita.

Namun pakaian dalam ketat ternyata dapat memberikan permasalahan pada tubuh, di antaranya:

1. Pakaian dalam yang terlalu ketat dapat menyebabkan masalah pada kulit

Masalah ini timbul apabila bahan yang digunakanberasal dari bahan yang tidak menyerap keringat dan digunakan dalam waktu yang lama. Sehingga kulit yang tertutupi menjadi lembab. Kelembaban daerah tersebut kemudian akan memicu berkembangbiaknya bakteri dan menyebabkan keluhan gatal-gatal dan kemerahan dan gatal-gatal pada kulit.

2. Pakaian dalam ketat dikatakan berkaitan dengan masalah pencernaan

Saat kita menggunakan pakaian dalam yang terlalu ketat, terutama bra, dan jika tekanannnya terlalu kuat maka akan mempengaruhi sistem pencernaan. The British School of Osteopathy menyatakan beberapa penyakit yang dapat diakibatkan dari pemakaian bra yang ketat adalah Irritable Bowel Syndrome (IBS) dan konstipasi

3. Pemakaian bra yang ketat dapat menyebabkan masalah pernapasan

Pemakaian Bra yang terlalu ketat dapat memberikan tekanan pada tulang iga dan otot aksesorius pernafasan yang merupakan otot pendukung yang digunakan untuk membantu proses pernapasan.

- Bra khusus untuk olah raga didesain lebih ketat dari jenis bra lainnya sehinggga tidak baik digunakan setiap saat karena dapat mengalami kesulitan  bernafas bagi pemakainya. Tujuan bra dibuat ketat untuk mempertahankan payudara tetap diposisinya selama berolahraga.

- Sirkulasi bra juga perlu diperhatikan , karena jika karet bra yang melingkari tulang iga terlalu ketat maka akan tibul permasalahan. Pemakaian jenis bra ini yang berkepanjangan  tidak baik, karena payudara tertekan ke arah dada sehingga dapat menyebabkan hambatan dalam sirkulasi, yang kemudian dapat merusak jaringan payudara.

- Nyeri pada daerah bahu, leher dan punggung pun ternyata juga dapat disebabkan karena pemakaian bra yang ketat. Otot trapezius yang menghubungkan leher ke bahu akan menjadi tegang akibat pemakaian bra yang kurang memberikan penopangan.

4. Pakaian dalam ketat seringkali dihubungkan menjadi faktor risiko terjadinya ejakulasi dini

Ini hanya mitos, karena ejakulasi dini terjadi akibat gangguan pada kondisi fisik dan psikologis. Sedangkan mengenai celana dalam ketat yang juga sering dihubungkan dengan rendahnya jumlah sperma pada laki-laki belum dapat dibuktikan.

5. Suhu tubuh dan pembentukan sperma

Pembentukan sperma (spermatogenesis) sangat dipengaruhi oleh suhu tinggi dan karena itulah mengapa testis terletak pada kantung skrotum yang berada di luar tubuh. Letaknya ini bertujuan untuk menjaga suhu testis menjadi 1-2 derajat dibawah suhu tubuh. Secara teori, menggunakan celana dalam yang ketat akan menempatkan testis menjadi lebih dekat ke tubuh dan meningkatkan suhu skrotum. Keadaan ini sangat berpotensi menyebabkan penurunan baik dari jumlah sperma maupun motilitas (pergerakan) sperma.

Pemilihan bentuk dan jenis bahan pakaian dalam ternyata penting hukumnya. Karena pemakaianya haruslah tepat agar terhindar dari permasalahan kesehatan seperti di atas.

- Pilihlah yang nyaman, tidak terlalu ketat, menyerap keringat dan tidak mengganggu gerak sedikitpun mulai dari gerak pernafasan.

- Sebaiknya gunakan celana dalam yang longgar dan tidak perlu menggunakan bra ketika tidur. Selain mengganggu kenyamanan saat tidur, juga merupakan suatu cara untuk mengistirahatkan seluruh bagian tubuh dari tekanan yang diberikan pakaian dalam sehari-hari.

[Baca juga : Tidak Mengenakan Bra Bisa Mencegah Kanker Payudara?]

Jagalah kebersihan pakaian dalam kamu, terutama ganti celana dalam 3x/hari, selalu keringkan setiap membasuh bagian kemaluan.
(sid)
Komentar