Bukti Video dan DNA Tunjukkan Bigfoot Makhluk Hybrid Genetik

Kamis, 24 Oktober 2013 08:15
Bukti Video dan DNA Tunjukkan Bigfoot Makhluk Hybrid GenetikIlustrasi sosok Bigfoot @bigfootevidence101.blogspot.com
Rupanya pihak-pihak yang selama ini menyatakan bahwa Bigfoot hanyalah mitos, harus mulai menjilat ludahnya sendiri. Pasalnya, baru-baru ini tim riset dari Sasquatch Genome Project (SGP) merilis bukti yang mereka ketemukan terkait dengan eksistensi makhluk legenda ini. "Monster" yang seringkali digambarkan berbadan besar dan berbulu ini rupanya benar-benar ada.

Diberitakan di Red Orbit, Kamis 3 Oktober 2013 sebuah video yang disinyalir milik Roger Patterson pada tahun 1967, menunjukan adanya penembakan pada makhluk yang diduga adalah bigfoot di kawasan hutan di Orleans, California, Amerika Serikat. Video ini lah yang dinyatakan sebagai bukti kredibel atas eksistensi si monster misterius ini selama paruh abad terakhir.



Para peneliti SGP bahkan menyatakan bahwa mereka menyimpan bukti otentik dari sampel DNA hingga video untuk mendukung pernyataan bahwa bigfoot bukanlah mitos belaka.

Walau begitu, Bigfoot masih tetap dikatakan sebagai cryptid atau makhluk yang keberadaannya telah diketahui tapi tidak diakui oleh konsensus ilmiah.

"Kami ingin orang-orang memahami bahwa penelitian ini adalah sebuah studi yang sangat serius," kata Dr Melba Ketchum, ahli genetika dan Direktur DNA Diagnostics.

Ditambahkan oleh Ketchum, bahwa rekaman video Roger Patterson hanyalah salah satu dari bukti bahwa Bigfoot benar-benar ada. Ia pun menunjukan beragam bukti lain seperti foto, rambut, hingga jaringan sampel dari makhluk yang juga pamor dengan julukan Sasquatch ini.

"Tim peneliti sudah mengumpulkan lebih dari seratus sampel rambut, darah, air liur, dan materi genetik lainnya, yang dikumpulkan di tempat-tempat penampakan Bigfoot di kawasan Amerika Utara," ujar Ketchum.

Ia pun menyampaikan bahwa sampel genetik tersebut dianalisis ke dalam urutan genom, dan hasilnya ternyata beberapa bagian DNA Bigfoot berasal dari makhluk Bumi.

"Dari hasil sampel itu dominan menunjukkan bahwa Bigfoot adalah makhluk hybrid genetik, atau diyakini sebagai sebuah evolusi ilmiah," kata Ketchum.

"Kami memiliki banyak data-data baru yang membuktikan bahwa Bigfoot adalah jenis spesies baru dan hidup di antara kita. Sayangnya komunitas ilmiah tidak menyukai hasil dari penelitian ini," ujar Ketchum menyimpulkan.
(nik)
Komentar