Kutukan Lukisan Crying Boy, Penyebab Kebakaran

Minggu, 13 Oktober 2013 09:50
Kutukan Lukisan Crying Boy, Penyebab KebakaranLukisan Crying Boy @forteantimes.com
Banyak mitos yang mengatakan bahwa sebuah lukisan sebenarnya ditinggali oleh makhluk dari dimensi lain, bahkan dapat memberi kutukan. Salah satunya adalah, lukisan yang diberi judul Crying Boy ini.

Lukisan ini adalah sebuha karya seni yang diproduksi masal yang menunjukan seorang anak laki-laki kecil dengan raut wajah imut, tapi dengan sorot mata penuh kesedihan dan tengah meneteskan air mata yang meleleh hingga pipi. Crying Boy sendiri adalah lukisan karya dari seniman Spanyol bernama Franchot Seville.

Kisah lukisan ini bermula pada 1988, ketika itu sebuah rumah di Heswall, Inggris meledak kemudian terbakar. Pemadam kebakaran yang menemukan lukisan tersebut dari dalam rumah yang luluh tantak dilumat sang jago merah, dalam keadaan utuh tanpa sedikitpun cacat.

Tak berselang lama, kebakaran kembali terjadi di Bradford. Dan hal yang sama berulang, rumah terbakar habis tapi lukisan tersebut ditemukan dalam keadaan utuh. Kepala pemadam kebakaran di Yorkshire yang menyadari hal ini, kemudian mengaitkan lukisan anak laki-laki menangis dengan rumah yang terbakar tersebut.

Dan ia menemukan ada banyak rumah terbakar dengan adanya lukisan Crying Boy di dalamnya. Inilah yang membuat munculnya legenda bahwa ada kekuatan jahat dalam lukisan tersebut, yang membawa kutukan membakar rumah.

Sang seniman pembuat, Seville memberi penjelasan bahwa objek dari lukisannya adalah seorang anak laki-laki yang ia temui di Madrid pada tahun 199 bernama Don Bonillo. Bonillo adalah seorang anak yang lari dari rumah setelah kedua orang tuanya meninggal dalam kebakaran. Ia selalu kabur karena setiap rumah yang ia tinggali terbakar tanpa diketahui asal dari api. Karena itulah sang anak laki-laki ini dinamakan Diablo.

Seville yang tak memeprcayai, tetap melukis si anak. Lukisan ini memang pada akhirnya mendatangkan keuntungan yang besar untuk Seville walau akhirnya studionya terbakar habis. Ketika itu, banyak masyarakat yang membakar lukisan tersebut karena takut pada kutukan yang dibawanya.
(nik)
Komentar