Kontroversi Conchita, Berwajah Seperti Kim Kadarshian tapi Berkumis Lebat

Minggu, 13 Oktober 2013 09:40
Kontroversi Conchita, Berwajah Seperti Kim Kadarshian tapi Berkumis LebatConchita Wurst vs Kim Kardashian @gofeminin.de/
Sepertinya, ajang Eurovision tanpa kontroversi bagai sayur asam tanpa garam. Kali ini, Austria yang menjadi sorotan. Conchita Wurst dinominasikan oleh Austrian Television untuk maju mewakili negara tersebut dalam ajang Eurovision tahun 2014 mendatang. Keputusan ini mengundang berbagai reaksi dari warga Autria.

Sebenarnya, dalam hal olah vokal, Conchita dapat dibilang memang layak masuk sebagai nominasi. Karakter suaranya sungguh unik dengan teknik yang apik. Masalah justru muncul dari penampilan fisik Conchita yang sekilas tak jauh beda dengan selebriti sensasional Kim Kadarshian. Raut wajah, dandanan, bahkan bentuk tubuh seksinya. Lalu apa masalahnya?

Masalahnya adalah Conchita berjanggut serta berkumis tebal.

Conchita Wurst bukanlah seorang transgender. Seperti dimuat dalam  the Gloss, 20 September 2013, Conchita adalah sosok alter ego dari seorang pria Tom Neuwirth (24). Neuwirth selalu mengatakan bahwa, "Ada 2 jantung yang berdetak di dadaku."

Conchita Wurst

Tanpa riasan wajah serta pakaian ala wanita, Tom adalah seorang lelaki tulen. Sebaliknya, kala ia berdandan, maka karakter bahkan bakatnya berubah 180 derajat. Ia menjadi Conchita, penyanyi penuh bakat. Gerak tubuh bahkan toilet yang ia pakaipun adalah wanita seutuhnya.

Tahun depan bukanlah kali pertama Conchita mengikuti ajang Eurovision, dalam ajang tahun lalu, ia pun turut berpartisipasi bahkan keluar sebagai runner-up.

Mempertimbangkan kegagalan Austria untuk lolos ke babak final  Eurovision dalam dua tahun terakhir, maka dalam rapat internal pihak Austrian Broadcasting (RFO) memutuskan bahwa mereka akan mengirim Conchita Wurst sebagai kontestan. Ini berbeda dari tahun-tahun sebelumnya dimana mereka selalu mengundang masyarakat umum untuk berpartisipasi memilih kontestan favorite mereka.

Tak ayal, keputusan tersebut mengundang kontroversi di negara Asutria. Berbagai reaksi bermunculan dari masyarakat. Beberapa menolak karena RFO memilih tak secara semestinya, beberapa yang lain menolak karena Conchita yang terpilih.

Sebuah kelompok masyarakat bahkan membuat Fecebook page dimana mereka menyuarakan penolakan atas Conchita "No to Conchita Wurst at the song contest". Page tersebut sudah di-Like oleh lebih dari 38.500 orang, jumlah yang melebihi Like untuk fanpage artis Austria.

Seperti bola panas, penolakan Conchita untuk ajang Eurovision bergulir pada gerakan anti homoseksual, dan disusul dengan petisi. Singkatnya, di negaranya sendiri Conchita menjadi sasaran kebencian.

Dalam sebuah wawancara, Conchita dengan berbesar hati mengatakan bahwa ia mengahargai apapun pendapat orang mengenai dirinya. Ia hanya mengeluarkan rasa penasarannya, apakah orang-orang yang menuding dirinya serta meluapkan rasa benci dan penolakan tak memiliki hal lebih penting untuk dikerjakan. Menurutnya, alangkah lebih baik bila seluruh energi tersebut digunakan untuk berjuang alih-alih melawan.

"Bagaimana perasaan Anda jika teman Anda, saudara, anak, kolega, siapapun dilecehkan seperti yang saya alami? Saya yakin di setiap tempat pasti ada orang yang 'berbeda'," kata Conchita. "Saya akan terus berjuang melawan diskriminasi dan memperjuangkan toleransi."

Sebab, Conchita yakin, saat ini, di Abad ke-21, setiap orang punya hak untuk hidup sesuai dorongan hati mereka. "Asal tidak melukai dan membatasi kebebasan orang lain. Dan sejauh ini, saya pikir saya tidak pernah menyakiti siapapun." 

Tahun sebelumnya, kompetisi tahunan antar negara anggota European Broadcasting Union ini juga menimbulkan kontroversi dengan penampilan penyanyi transgender Dana International, serta band heavy metal dengan penampilan mirip monster, Lordi.
(nik)
Komentar