Berpenghasilan Rp 2 Juta Jangan Tinggal di Jakarta

Selasa, 03 September 2013 20:31
Berpenghasilan Rp 2 Juta Jangan Tinggal di JakartaBiaya hidup di Jakarta sangat mahal @kompasiana.com
Wakil Gubernur DKI Jakarta, Basuki Tjahaja Purnama atau yang disapa Ahok mengungkapkan jika hidup di Jakarta sangatlah mahal. Dirinya menegaskan jka gaji Rp 2 juta tidak akan cukup untuk hidup di Jakarta.

"Saya mau menjelaskan pada kawan-kawan buruh, saya tegaskan sekali lagi memang fakta di Jakarta kalau hanya Rp 2 juta tidak cukup. Makanya orang yang berpenghasilan Rp 2 juta jangan tinggal di Jakarta, repot kamu. Sudah tidak bayar pajak, tidak mampu sewa rumah," kata Ahok kepada sepuluh perwakilan buruh di salah satu ruang rapat Balai Kota Jakarta, Jalan Medan Merdeka Selatan, Jakarta Pusat, Selasa (3/9), seperti dikutip dari Viva.co.id.

Ahok menambahkan jika menaikkan upah minim provinsi bukanlah hal mudah, karena harus memperhatikan berbagai aspek dan survei dari Badan Pusat Statistik serta bukan berdasarkan perasaan saja.

"UMP itu bukan perasaan. Misalnya perasaan saya kurang untuk beli ponsel. UMP ini ada surveinya disesuaikan dengan kebutuhan hidup layak (KHL)," kata Ahok.

Survei harus dihitung berdasarkan realita di lapangan, jangan sampai jumlahnya dibuat seminimal mungkin. Seperti, transportasi dalam KHL saat ini hanya dimasukkan Rp 3.500, sesuai dengan tarif Transjakarta. Padahalnya untuk pulang pergi dengan Transjakarta membutuhkan Rp 7.000.

"Fakta transportasi di KHL kita hanya memasukkan Transjakarta Rp 3.500. Ini juga tidak fair. Kalau di luar negeri ada 122 komponen KHL, kita baru 60 komponen. Tapi kalau soal naikkan komponen ini urusan menteri," kata Ahok.
(ec)
Komentar