Petkovic Sesali Kekalahan Lazio Atas Juventus

Selasa, 20 Agustus 2013 10:40
Petkovic Sesali Kekalahan Lazio Atas JuventusVladimir Petkovic @foxsports
Allenatore SS Lazio, Vladimir Petkovic mengaku menyesali kekalahan timnya atas Juventus pada laga perebutan trofi Supercoppa Italiana. Pada laga itu, Lazio yang berstatus sebagai juara Coppa Italia tunduk dengan skor telak 0-4 atas Juventus sebagai pemegang gelar Scudetto Liga Italia Seri-A 2012-2013. Petkovic menilai sebenarnya timnya mampu mengimbangi permainan Bianconeri. Namun setelah terciptanya gol kedua dari Juventus, membuat klub berjuluk Biancocelesti itu seakan-akan tenggelam karena kemerosotan mental dan runtuhnya psikologis para pemainnya. Alhasil, pil pahit kekalahan 0-4 di penghujung laga, harus rela Lazio telan.

Dilihat dari statistik pertandingan, kedua tim terbilang cukup berimbang. Namun, buruknya penyelesaian akhir dari pemain Lazio, membuat klub yang bermarkas di Stadio Olimpico itu tak mampu merubah skor. Pada menit-menit awal babak kedua, terlihat para punggawa Lazio lengah, sehingga membuat mereka harus menelan tiga gol Nyonya Tua dalam kurun waktu enam menit saja.

"Kami mencoba melepaskan diri dari gol kedua Juventus yang sebenarnya bisa dihindari. Seharusnya kami tetap dalam bentuk permainan yang telah kami persiapkan sebelum pertandingan. Namun, kami terlalu naif dan membuat segalanya nampak tenggelam." sesal Petkovic kepada RaiSport, Senin (19/8).

"Setelah gol kedua, psikologis kami mulai runtuh. Lalu kami justru kebobolan dua gol lagi dengan waktu yang sangat cepat. Padahal mereka (Juventus) tak mampu berbuat banyak sebelum gol kedua terjadi. Kami kebobolan yang berawal dari tendangan bebas dan seharusnya bisa dihindari. Tetapi Juve sangat pintar, dan mereka layak mendapatkan kredit untuk itu." imbuh Petkovic.

Petkovic juga mengungkapkan bahwa kekalahan timnya lantaran terlalu percaya diri. Hal inilah yang menyebabkan timnya harus menanggung kekalahan yang tak diinginkan. Ia juga mengakui bahwa Juventus memang klub hebat yang sulit untuk ditaklukkan. Tak ayal jika Juve menjadi penguasa Seri-A selama beberapa musim terakhir.

"Tentu kami harus tetap membumi dan tidak ingin terlalu percaya diri. Kami mencoba melakukan itu karena kami berhasil memenangi final Coppa Italia. Namun, Juve memang terlalu hebat untuk kami." tutupnya.
(fir)
Komentar