Di Tibet, Ada Tradisi Mayat jadi Santapan Burung Pemakan Bangkai

Minggu, 18 Agustus 2013 17:20
Di Tibet, Ada Tradisi Mayat jadi Santapan Burung Pemakan BangkaiBiksu Tibet @dailymail.co.uk
Ada sebuah tradisi mengerikan di Tibet. Dimana jenasah manusia akan dipotong-potong dan dijadikan santapan burung pemakan bangkai. Nama tradisi ini adalah pemakaman langit.

Daily Mail melaporkan, pemakaman langit adalah praktik penguburan yang dilakukan di Provinsi Qinghai, di Wilayah Tibet, dan di Mongolia Dalam, serta Mongolia.

Mayoritas warga Tibet adalah penganut setia ajaran Buddha Vajrayana, yang mempercayai adanya perpindahan roh atau reinkarnasi.

Menurut ajaran ini, tubuh manusia hanya selayaknya bejana kosong setelah manusia tersebut meninggal atau rohnya meninggalkan tubuh. Karena itu, jenasah tak perlu lagi dipertahankan, dan dianggap wajar mereka "memakam"kan jenasah di perut burung pemakan bangkai.

Beberapa hari sebelum upacara 'pemakaman', para Biksu atau disebut juga Lama, akan melantunkan mantra disekitar jenasah serta membakar kemenyan. Jenasah lalu di serahkan ke Rogyapas, atau biksu pemecah tubuh, yang bertugas memotong-motong jenasah.

Rogyapas akan melakukan proses pemotongan tubuh sesuai ajaran Budha, sehingga memberi kemudahan bagi roh untuk terus berlanjut.

Beberapa kisah menyebutkan, bahwa bagian tubuh yang tersisa akan diletakkan di Menara Keheningan selama satu tahun, dimana jenasah pria dan wanita di letakkan terpisah. Setelah tinggal tulang, tulang belulang pun di tumbuk hingga halus untuk makanan burung lebih kecil.

Pemakaman langit bertujuan untuk membuang sisa tubuh manusia melalui kebaikan yakni dengan cara memberikan daging manusia untuk burung pemakan bangkai. Ini lantaran akan menyelamatkan kehidupan binatang-binatang kecil yang kemungkinan akan dijadikan santapan bagi burung pemakan bangkai.
(nik)
Komentar