Mau Tahu Gaji Anggota DPR di Indonesia?

Rabu, 14 Agustus 2013 20:00
Mau Tahu Gaji Anggota DPR di Indonesia?Gaji anggota DPR @tempo.co
Anda tahu berapa besar gaji anggota DPR di Indonesia? Data IPSA (Independent Parliamentary Standards Authority) dan IMF (International Monetary Fund) menyebutkan jika gaji anggota DPR Indonesia menempati posisi keempat terbesar sejagat sebesar US$65 ribu. Data ini dikeluarkan dalam majalah Economist edisi 20-26 Juli 2013.

Sebagaimana dilansir Merdeka, seorang anggota DPR itu mendapatkan gaji setiap bulannya sebesar Rp 46.100.000. Dengan rincian gaji pokok Rp gaji pokok sebesar Rp 15.510.000 dan beberapa tunjungan lain seperti tunjangan komunikasi Rp 12 juta, tunjangan aspirasi Rp 7.200.000, tunjangan listrik Rp 5.496.000, tunjangan kehormatan Rp 3.150.000, dan tunjangan pengawasan Rp 2.100.000. Sehingga, tak mengherankan jika para anggota DPR ini bisa mengantongi gaji hingga Rp 554 juta.

Jumlah yang disebutkan itu, belum termasuk gaji ke-13, dana penyerapan, dan upah keikutsertaan dalam sidang yang dihelat DPR. Secara detail anggota DPR menerima gaji ke-13 sebesar Rp 16.400.000 untuk dana reses dan Rp 31.500.000 untuk aspirasi dapil. Apabila ditotal, jumlah bersih yang diperoleh seorang anggota DPR tiap bulan yakni Rp 46.100.000. Sehingga setiap tahunnya para anggota DPR mengantongi gaji sebesar Rp 554 juta. Asumsi ini tak berbeda jauh dengan data Ipsa dan IMF yang menyebut gaji anggota DPR di Indonesia USD 65.000 per tahun.

Jumlah Rp 554 juta per tahun di atas itu belum termasuk dengan gaji ke-13, dana penyerapan dan upah ikut serta dalam sidang yang digelar DPR. Gaji ke-13 yang diterima anggota setiap tahunnya sebesar Rp 16.400.000 dana reses atau aspirasi dapil yang didapat sebesar Rp 31.500.000. Padahal, dalam setahun sidang, ada empat kali reses. Jadi, total dana reses yang bisa didapat dalam waktu setahun sekitar Rp 118.000.000. Dan ini belum selesai. Masih ada penghasilan yang bersifat temporary, yaitu dana intensif pembahasan RUU (Rancangan Undang-Undang), honor uji kelayakan dan kepatutan sebanyak Rp 5.000.000 per kegiatan, serta dana kebijakan intensif legislatif sebesar Rp 1.000.000 per RUU.

Bukan tidak mungkin total keseluruhan gaji yang diterima anggota DPR bisa mencapai angka Rp 1 miliar per tahunnya. Jika merujuk data tahun 2007, gaji yang diperoleh anggota DPR menyentuh angka Rp 787.100.000 tiap tahun. IPSA maupun IMF memperkirakan jika Indonesia menempati posisi keempat untuk jumlah gaji anggota DPR lebih besar 18 kali dari pendapatan per kapita penduduk Indonesia yang cuma sebesar US$3.582. Sedangkan, negara yang menempati urutan pertama dalam hal gaji anggota DPR-nya adalah Nigeria. Gaji anggota DPR di Nigeria diketahui mencapai 116 kali lipat dari pendapatan per kapita penduduknya. Di urutan kedua, ditempati oleh negara Kenya di mana anggota DPR-nya mencapai 76 kali lipat dari pendapatan per kapita penduduknya. Terakhir, ada Ghana yang gaji anggota DPR-nya mencapai 30 kali lipat dari pendapatan per kapita penduduknya.

Jumlah ini tentu mencengangkan, melihat masih banyak penduduk Indonesia hidup berada dalam garis kemiskinan. Berdasarkan data BPS (Badan Pusat Statistik) 2013, ada sekitar 11,37 persen (atau sekitar 28,07 juta) jumlah penduduk miskin dari total seluruh penduduk Indonesia.
(lpap)
Komentar