Gayus Divonis 6 Tahun Penjara

Jum'at, 02 Maret 2012
Gayus Divonis 6 Tahun Penjara

Akhirnya, Gayus divonis enam tahun penjara dan denda Rp 1 milyar subsider empat bulan kurungan.Vonis ini dijatuhkan majelis hakim Pengadilan Tipikor pada persidangan di Jakarta, Kamis (1/3/2012).

"Mengadili, menyatakan Gayus Tambunan terbukti melakukan tindak pidana korupsi dan pencucian uang. Menjatuhkan pidana, selama 6 tahun penjara dan denda 1 milyar subsider 4 bulan," tegas ketua majelis hakim, Suhartoyo.

Sebelumnya, Jaksa penuntut umum (JPU) menuntut mafia pajak ini dengan hukuman 8 tahun penjara dan denda Rp 1 miliar subsidair 6 bulan kurungan.

Gayus didakwa melakukan empat tindak pidana : 

  1. Menerima gratifikasi terkait pengurusan pajak PT Bumi Resources, PT Kaltim Prima Coal (KPC) dan PT Arutmin. Melalui Alif Kuncoro, Gayus menerima 3,5 juta dollar AS untuk mengurus sengketa pajak ketifa perusahaan besar tersebut. Juga menerima suap Rp 925 juta dari Roberto Santonius terkait kepengurusan gugatan keberatan pajak PT Metropolitan Retailmart.
  2. Atas kepemilikan uang 659.800 dolar AS dan 9,68 juta dolar Singapura yang diduga gratifikasi. Uang itu tersimpan dalam safe deposit box Bank Mandiri cabang Kelapa Gading. Melanggar Pasal 12 huruf b ayat 1 dan 2 UU Pemberantasan Korupsi, juncto Pasal 65 ayat 1 KUP-Pidana.
  3. Melakukan pencucian uang atas kepemilikan uang tersebut. Jaksa menilai perbuatan Gayus ini melanggar Pasal 3 ayat 1 huruf a UU No 25 Tahun 15 Tahun 2002 tentang Tindak Pidana Pencucian Uang jo pasal 65 ayat 1 KUH-Pidana.
  4. Diduga memberikan suap kepada sejumlah polisi yang bertugas di Rumah Tahanan Mako Brimob, Kelapa Dua, Depok. Salah satunya kepada Kepala Rutan Mako Brimob, Komisaris Iwan Siswanto. Total uang senilai Rp 264 juta diberikan Gayus ke Iwan agar dia dapat meninggalkan tahanan. Jaksa menilai perbuatan Gayus itu melanggar Pasal 5 ayat 2 Undang-undang Pemberantasan Korupsi.
Komentar